oleh

40 Tahanan di Riau Dibebaskan pada Idul Fitri

FBN # PEKANBARU – Hari Raya Idul Fitri selalu menjadi momen yang dinantikan oleh seluruh umat Islam di seluruh dunia. Khusus untuk 5.724 narapidana dan narapidana di Riau yang memperoleh Remisi Khusus (RK) untuk Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah atau Tahun 2021.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 5.684 orang mendapatkan Remisi Khusus I (RK I) atau pengurangan hukuman sebagian dan 40 orang di antaranya menerima RK II atau langsung dinyatakan bebas setelah mendapat pengurangan hukuman.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Riau, Pujo Harinto mengatakan, remisi tersebut diharapkan dapat menjadi motivasi bagi seluruh Narapidana Lembaga Pemasyarakatan (WBP) untuk mencapai kesadaran diri yang tercermin dalam sikap dan perilaku sehari-hari serta meningkatkan optimisme dalam menjalani sisa kehidupan kriminal.. Selamat kepada seluruh narapidana dan anak narapidana yang mendapat remisi pada Idul Fitri 1442 Hijriah. Semoga kita terus bisa meningkatkan keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah SWT. Jadilah orang yang taat hukum, berakhlak mulia dan berakhlak mulia, serta menjadi pribadi yang berguna bagi tanah air dan bangsa, ”kata Pujo dalam siaran persnya, Kamis (13/5).

Pujo kemudian merinci, narapidana di Lapas Kelas IIA Pekanbaru menjadi penerima remisi terbanyak yakni 876 orang, disusul Lapas Kelas IIA Bengkalis sebanyak 818 narapidana, dan Lapas Kelas IIA Bangkinang sebanyak 747 narapidana. Selanjutnya Lapas Kelas IIA Bengkalis menjadi Lapas yang narapidana menerima RK II paling banyak, yaitu 9 orang. Kemudian Lapas Bagansiapiapi Kelas IIA dan Lapas Kelas IIA Bangkinang sebanyak 7 orang.

Secara nasional, Kementerian Kehakiman Republik Indonesia memberikan remisi kepada 121.026 narapidana Muslim, dan 550 orang segera dibebaskan. Penerima remisi Idul Fitri terbanyak berasal dari Sumatera Utara yaitu 14.906 orang, Jawa Timur sebanyak 13.223 orang, dan Jawa Barat sebanyak 11.776 orang.

Remisi ini diklaim bisa menghemat anggaran negara sebesar Rp 62 miliar dari rata-rata anggaran biaya makan Rp 17 ribu per hari per orang.

Pemberian hak remisi dilakukan secara cepat dan transparan melalui Sistem Basis Data Pemasyarakatan (SDP) tanpa pungutan liar karena dilakukan secara online dengan akurasi data yang tinggi. Jumlah pengurangan yang menjalani masa pidana tertentu mencakup 15 hari, satu bulan, satu bulan 15 hari sampai dua bulan.

(Mediacenter Riau /Suwandi)

Komentar

Fokus Berita Nasional