11/30/2022
Post Visitors:83
Foto: Surat pengaduan resmi di Polrestabes Medan dengan Laporan Polisi Nomor : LP/1907/Vlll/2020/SPKT RESTABES MEDAN Tanggal 03 agustus, Pelapor a.n Nortiana Br Manalu.

FBN – Medan || Dua rekanan wartawan satu profesi yakni, Nortiana Manalu dan Edison Harianja yang giat melakukan peliputan dan mencari berita dilapangan diduga telah dianiaya oleh inisial nama BP, Pada tanggal 14 Agustus silam.

Namun hingga kini belum juga ditangani secara maksimal oleh Oknum Polresta Medan (sebagaimana dikatakan Oleh Edison Harianja saat di konfirmasi wartawan Fokusberitanasional.net melalui telpon selularnya).

Tidak terima atas aksi brutal BP tersebut, Wartawan ini pun membuat pengaduan resmi di Polrestabes Medan dengan Laporan Polisi Nomor : LP/1907/Vlll/2020/SPKT RESTABES MEDAN Tanggal 03 agustus, Pelapor a.n Nortiana Br Manalu.

Edison menceritakan kronologis awal penganiayaan yang dialaminya itu terjadi bermula ketika keponakannya menelepon, bahwa dirinya sedang kecelakaan dijalan binjei kilo meter 10,5 tepatnya di depan Asrama Odolamit, ia pun terhenti dan bergegas menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP), yang sebelumnya posisinya sedang dalam perjalanan hendak melayat, ungkapnya.

Sesampainya di TKP, Edison mencoba menghampiri keponakannya tersebut yang tengah kesakitan, namun seketika itu lawan keponakannya yang tabrakan tersebut beringas tanpa sebab yang jelas dan menghardik, sembari bertanya “Kau siapa?” tanya si BP.

Ia pun menjawab bahwa profesinya sebagai wartawan, akan tetapi si BP malah diduga melontarkan kata – kata tak senonoh, sembari menyebut Wartawan Ta*k hingga ia merasa profesinya sebagai wartawan telah dilecehkan.

“Dengan garang dia mengatakan, kenapa rupanya kalau wartawan? Sudah hebat kali rupanya kalau wartawan” kenang Edison sembari menirukan ucapan si BP tersebut.

“Pada saat itulah bagian kepala Edison Harianja dan rekan kerjanya dipukulnya lae terangnya”, kepada Garuda Nusantara.id, pada hari Senin (30/11/2020)

Merasa tidak terima jarena profesinya dilecehkan serta adanya dugaan tindak penganiayaan, Nortiana Manalu bersama Edison Harianja sepakat untuk mengadukan kasus tersebut ke Polrestabes Medan.

Namun sangat disayangkan hingga kini, sudah hitungan tiga bulan berlalu pelaku penganiayaan masih bebas melenggang menghirup udara segar, dan kasus tersebut belum ada kejelasan, keluh Edison.

“Jadi tambah khawatir kita bekerja dilapangan ini, mengingat kasus kekerasan kerab kali dialami wartawan dilapangan” tambahnya lagi.

Apakah Kriminalisasi terhadap insan Pers masih akan terus di pertontonkan, dan seolah olah terjadi unsur pembiaran dari oknum penegak hukum atas perlakuan oknum yang tidak memahami uu pers Sebagai Pilar Demokrasi tutur Edison Harianja saat di konfirmasi Wartawan Fokus Berita Nasional melalui Telepon Selularnya.

Terpisah dikonfirmasi Kasat Reskrim Polrestabes Medan, Kompol Martuasah H Tobing, namun sampai berita ini ditayangkan tidak ada tanggapan dan terkesan tidak peduli terhadap insan pers di Sumatera Utara ini.
Sembari mengakhiri perkataanya Edison Harianja berharap agar kasus ini segera di proses.

(Rilis / JHarianja).

%d blogger menyukai ini: