Adendum Atau Perpanjangan Waktu Kerja Pembangunan Jembatan Melawi 2 Sudah Sesuai Aturan Yang Berlaku

126

Kab Melawi.FBN.Net

Proyek pembangunan Jembatan Melawi II di Kecamatan Nanga Pinoh Kabupaten Melawi akhirnya diberi kesempatan perpanjangan, menyusul tak selesainya pekerjaan hingga akhir masa kontrak, 31 Desember 2019 lalu. Dengan tambahan waktu tersebut, PT Marga Mulya selaku pelaksana pekerjaan memiliki waktu hingga 20 Februari 2020 untuk menyelesaikan sisa pekerjaan dengan konsekuensi denda 1/1.000 dari nilai kontrak setiap harinya.

Hingga 31 Desember 2019, progres proyek senilai 21.091.667.000,00. itu telah mencapai 90,04 persen. “PT Marga Mulya memang mengajukan penambahan masa waktu pekerjaan. Sebab hingga habis masa kontrak pada 31 Desember 2019 kemarin, mereka belum bisa menyelesaikan pekerjaan,” ungkap Kepala Dinas PUPR Melawi, M Horong, dihadapan para wartawan, pada acara audensi Dinas PUPR Melawi bersama wartawan Media cetak dan Media Online, Rabu (29/01/2020) diruang rapat PUPR Melawi.

Ia mengatakan, berdasarkan regulasi dan kajian dari konsultan dan tim teknis, maka pihaknya memberikan kesempatan kepada kontraktor PT Marga Mulya untuk menyelesaikan pekerjaan sampai dengan 50 hari kalender, sejak masa berakhirnya kontrak, yaitu sampai dengan tanggal 20 Februari 2020. “Kami memberikan kesempatan penyelesian pekerjaan dengan ketentuan denda keterlambatan untuk pekerjaan ini,” tandasnya

Dijelaskan kembali, pemberian kesempatan perpanjangan itu memiliki payung hukum. Untuk menyebut di antaranya, yakni UU Nomor 2 Tahun 2017, tentang Jasa Konstruksi, lalu Perpres Nomor 16 Tahun 2018, tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah. Sesuai Perpres tersebut, Pasal 56 angka 3 menyebutkan bahwa pemberian kesempatan kepada penyedia untuk menyelesaikan pekerjaan dapat melampaui tahun anggaran.“Masih banyak lagi regulasi lain yang mengaturnya. Intinya, dimungkinkan memberikan kesempatan perpanjangan untuk menyelesaikan pekerjaan, dan kedua perpanjangan itu bisa melampaui tahun anggaran,” jelasnya

Ditambahkannya, keterlambatan pekerjaan pembangunan Jembatan Melawi II tersebut diakibatkan karena beberapa faktor, baik tekhnis maupun non tekhnis.“Keterlambatan ini dikarenakan adanya kondisi Kahar. Menurut Perpres 16 Tahun 2018, keadaan kahar adalah suatu keadaan yang terjadi di luar kehendak para pihak dalam kontrak dan tidak dapat diperkirakan sebelumnya, sehingga kewajiban yang ditentukan dalam kontrak menjadi tidak dapat dipenuhi,” Namun demikian, pihaknya optimis, PT Marga Mulya bisa menyelesaikan kekurangan progres yang tinggal 2 persen per tgl 29/01/2020 sebelum tanggal 20 Februari 2020 pekerjaan sudah rampung,”pungkasnya.

( Didik Purnomo,S.H )

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini