Ahmad Mufadel Afif Bocah 4 Tahun Korban Tertimbun Tanah Longsor, “Masih Menyimpan Duka dan Misteri”

58

FOKUS BERITA NASIONAL | KABUPATEN AGAM SUMATERA BARAT – Keluarga Korban bocah meninggal dunia akibat tertimbun tanah longsor masih menjadi tanda tanya. Bocah berusia 4 tahun bernama Ahmad Mufadel Afif, meninggal dunia’ setelah tertimbun longsoran tebing setinggi 5 meter yang ada di dekat rumahnya, Minggu (27/5/2018) sekitar pukul 11.30 WIB.
Hujan lebat yang terjadi di sebagian wilayah di Sumatera Barat.

Sejak hari Sabtu (26/5/2018) pagi hingga malam, hujan lebat mengguyur hampir srmua wilayah Kabupaten Agam. Yang mengakibatkan banjir dan longsor di sejumlah Kecamatan di Kabupaten Agam, yaitu di Baso, Sungai Puar dan Tanjung Mutiara.
Bahkan di Baso, tepatnya di kawasan Kasiak, Jorong Baruah, Nagari Padang Tarok.

Namun Naas bagi Seorang anak bocah’ berusia 4 tahun bernama Ahmad Mufadel Afif, meninggal dunia setelah tertimbun longsoran tebing setinggi 5 meter yang ada di dekat rumahnya sekitar pukul 11.30 WIB.”

Zefri orang tua korban Senin (18/ 2/ 2019) kira pukul 10-00 wib. Memaparkan kepada awak media online fokusberitanasional.com, anak saya terimbun longsor saat bermain di dekat nenek korban “yang sedang mengambil pasir. Lokasi’ pengambilan pasir dengan tempat korban bermain yang berjarak lebih kurang 5 meter pada tanggal 27/5/2018) kira-kira pukul 11-30 wib.

Namun ironisnya sampai detik ini belum ada batuan dari intasi terkait “yang ada cuma batuan dari pak camat Rp. 100.000 (seratus ribu rupiah) di berikan di waktu pas di waktu anak saya meniggal, itu hanya sebagai internal pribadi.

Di tambahkanya lagi, di waktu pas anak saya masih terbujur kaku, sepat istri wali jorong setempat Mini, meminta foto copyan (KTP) serta foto copyan (KK) sama saya “lalu saya memberikanya, keesokan harinya, entah buat apa sama dia’ saya pun tidak tahu, imbuhnya.

Sementra itu, penuturan Dinas Sosial Kabupaten Agam Kutniawan Syahputra, Senin (18/2/2019) kira pukul 10-00 wib, kepada sejumlah awak media ini diruang kerjanya, batuan berupa uang buat keluarga korban tidak ada ” dari Dinas Sosial” semejak tahun 2014. Coba di lihat (BAZ) kalau di (BAZ) mukin ada itupun hanya uang duka, ujarnya.

Sementara itu, Bapak Camat Kecamatan Baso, Kabupaten Agam Sumatera Barat, Surya Wandri, sahat di kofirmasi mengatakan kepada awak media fokusberitanasional.com, Melaluai (WhatsApp) pribadinya, Baik pak Mohon izin, Peristiwa ini adalah murni musibah, dan kami telah berusaha seadanya memberikan pertolongan, Menyangkut bantuan perlu di jelaskan, yang diberikan Camat bukanlah bantuan secara kedinasan, tetapi ungkapan rasa turut berduka cita.

Secara umum lokasi longsor dan tertimbunnya alm. jauh dari rumah orang tua yang bersangkutan, dan tidak ada kaitannya dengan gangguan penghasilan orang tua. Disamping itu bantuan yang diberikan Nagari kepada keluarga dengan berbagai program selalu ada.

Setelah kami konfirmasi ke BPBD Agam, memang tidak ada santunan akibat dari peristiwa seperti ini. Dan untuk lebih jelasnya bentuk bantuan yang diberikan oleh Pemerintah Nagari mohon di hubungi langsung Walinagari atau Sekretaris Nagari Padang Tarok, tutur camat.

Sementara itu, penuturan Wali Nagari Padang Tarok Yendrizal Dt Muncak, Kamis (21/2/2019) kira-kira pukul 14-00 wib, batuaan yang kami berikan Rp 500,000 (lima ratus ribu rupiah) itu” yang kami berikan pada tanggal (18/2/2019) pukul 21.00 wib. “sepuluh hari yang lewat warga kami mendapat kecelakaan” kami perangkat Nagari menggalang dana” terkumpulah satu juta” lalu kami bagi dua “dengan keluarga zefri”

Ditambahkannya lagi, kalau masalah batuan kita akan ajukan ke dana (BAZ) namun kegunaanya apa” harus mengajukanya lewat kelompok.

“kalau masalah foto copyan (KTP) Serta foto copyan (KK) yang di mintak istri joroang biyar saya yang mempertanyakan nya”ujar Wali Nagari. (zaherman)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini