Aktivis Dakwah Kampung, Salurkan Gagasan Ekonomi Keumatan Maruf Amin

58

FOKUS BERITA NASIONAL | KOTA BEKASI – Komunitas Alumni Perguruan Tinggi (KAPT) menginisiasi pembentukan Aktivis Dakwah Kampung untuk menyalurkan gagasan Calon Wakil Presiden, Maruf Amin, tentang ekonomi keumatan berbasis syariah.

Bertempat di Islamic Center Bekasi, Bekasi Selatan, agenda ini diikuti kurang lebih 130 orang, berasal dari kalangan guru pesantren, da’i, ulama yang berasal dari Jakarta Timur dan Bekasi Raya, Sabtu (9/2/2019). “Kita dari Komunitas Alumni Perguruan Tinggi Jakarta Raya, merasa bahwa konsep dari Kyai Maruf tentang ekonomi umat sebuah konsep baru yang bisa membawa masyarakat Indonesia akan lebih baik kedepannya,” ujar Koordinator KAPT Jakarta Raya, Lambok Jefri siahaan.

Lambok menjelaskan, dalam Forum bertajuk Halaqah Pemenangan Umat ini, para aktivis dakwah kampung diberi pemahaman berkenaan ekonomi keumatan. Konsep ini tidak secara langsung mampu meningkatkan taraf ekonomi masyarakat. Pemahaman yang dibentuk yakni masyarakat bisa mengembangkan potensi usahanya, sehingga pemerintah tinggal mendukung dan memajukannya.

Sistem perekonomian sejak lama menjadikan usaha masyarakat tunduk pada arus konglomerat. Dengan ini, keadaan ekonomi rakyat yang selama ini lemah diharapkan menguat. “Pemerintah yang kemudian support, khususnya dalam konteks ini di pesantren atau komunitas rakyat di kampung-kampung mampu terangkat tidak bergantung pada konglomerasi tapi lebih kepada ekonomi kerakyatan yang kecil tapi sebenarnya masif,” katanya.

Ketua Pelaksana kegiatan halaqah, Nur Hidayatullah menambakan, para aktivis dakwah kampung ini setelah diberi pandangan tentang ekonomi keumatan, mereka juga diarahkan agar dapat berdakwah dengan santun di lingkungannya.

Dia menjelaskan, pekerjaan terbesar saat momentum politik saat ini adalah dengan beredarnya informasi bohong alias hoaks di tengah kehidupan masyarakat. Tugas pendakwah yang dekat dengan masyarakat tentunya meluruskan hal tersebut sehingga lingkungan tercipta kondusif. “Kita memberi pandangan, aktivis dakwah kampung ini, jadilah seorang dai, asatidz yang mengajak, merangkul, memberikan sebuah pemahaman yang arif sehingga tidak merugikan dan membodohi umat,” tandasnya. (Jhon-FBN)