Aktivitas PETI Liar Sepanjang Aliran Sungai Melawi Kian Marak

58

MELAWI, FOKUS BERITA NASIONAL.COM | Aktivitas PETI pekerja Emas Tanpa ijin Di sepanjang Daerah Aliran Sungai Melawi saat ini semakin Marak, Dari pantauan Wartawan Saat menelusuri Sungai Melawi, sabtu (11/5/19) tampak Ratusan lanting Jek, bermesin Besar seperti Fuso,PS, Dan Dongfeng terlihat bergandengan tanpa ada memikirkan dampak yang akan terjadi.

Aktivitas menggali Emas di tepi dan dasar sungai, sepanjang sungai dan di daratan, Dusun Batu Lintang Desa Nanga Kayan puluhan set bermesin Fuso PS. Aktivitas Pekerja Emas Tanpa Ijin alias PETI.

Berapa bulan lalu pihak aparat kepolisian Polres Melawi telah Menangkap Beberapa Pekerja (PETI) Di Desa Semadin Lengkong Kecamatan Nanga Pinoh, dan Saat ini para Tersangka telah menjalani proses hukum di LP Sintang.

Walaupun penertiban atau razia pernah dilaksanakan, namun aktivitas (PETI) tersebut masih tetap marak di (Das) Kabupaten Melawi Nanga Pinoh. Terpantau Wartawan di lapangan, ratusan set Lanting Jek (PETI) mulai Dari dusun Batu Lintang Desa Nanga Kayan Kecamatan Nanga Pinoh hingga Kecamatan Menukung Baik di sungai maupun di darat saat ini kian Marak. Di duga kuat para penambang tidak merasa jera alias terus melakukan kegiatan ilegal tersebut.

Dalam hal ini Aktivitis LAKI Sugianto Adi Meminta kepada aparat berwenang Khusus nya (Dinas Pertambangan) Provisi Kalimatan Barat dan (Polda kalbar) untuk melakukan tindakan tegas, apa bila aktivitas ini terus dibiarkan berlarut larut akan menimbulkan dampak yang sangat membahayaan bagi kelangsungan hidup masyarakat yang bermukim di pesisir Daerah Aliran Sungai (DAS) Kabupaten Melawi Nanga Pinoh, seperti Ancaman Abrasi pantai juga terkontaminasi zat berbahaya mercuri. Rusaknya ekosistem dan semakin dangkalnya alur sungai Melawi, sehingga akan menghabat aktivitas hilir mudik kapal Motor angkutan barang dan penumpang yang melintasi sungai Melawi.

lanjut Sugianto juga menjelaskan, betapa pentingnya memberikan kesempatan kepada para penambang emas tanpa ijin itu agar mendapatkan legalitas yang jelas agar kegiatan tambang yg di lakukan tidak lagi menjadi sebuah pelanggaran hukum sehingga tidak terus menerus menjadi sebuah kegiatan pertambangan yang melanggar hukum, “Pelanggaran penambang emas itu kan terjadi karena para penambang emas itu tidak bekerja pada areal WPRS, Wilayah Pertambangan Resmi”atau WTR ujarnya.

Dia juga mengatakan, para penambang itu pada dasarnya bukan tidak mau mengikuti peraturan pemerintah yang ada dan berlaku, tetapi para penambang emas itu juga tidak tahu dimana WPRS itu lokasinya, yang perlu kita ketahui bersama apa sudah ada upaya untuk memberikan pengetahuan tentang perijinan tambang emas dan menunjukan wilayah pertambangan yang di ijinkan, “ini kan menjadi kewajiban pemerintah untuk memberikan penyuluhan dan solusi agar dapat tertata dengan baik kegiatan pertambangan emas yang legal dan diatur Pemda setempat. Kalau tidak di lakukan menurut saya, kegiatan PETI itu akan terus ada dan berlanjut” jelasnya saat di temui wartawan di rumah kediamanya. (d12k)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini