10/07/2022
Post Visitors:63

JAKARTA – FBN || Puncak Roadshow Hari Anak Nasional (HAN) 2020 Komnas Anak berakhir hari Kamis 23 Juli 2020 di sekretariat Komisi Nasional Perlindungan Anak. Kamis (23/07/2020)

Puncak Roadshow HAN 2020 di isi dengan kegiatan bermain dan bernyanyi bersama anak yang dipandu Lia Latifah salah seorang Komisioner Komnas Perlindungan anak dan aktivis PAUD Institute dan pemberian Bantuan Sosial Spesifik Kebutuhan dasar Anak dan Perempuan yang disiapkan Kemen PPPA dan kebutuhan dasar bagi perempuan yang disediakan Presiden melalui program Kemensos.

Dalam kesempatan itu pula anak-anak dihibur dan diperkenalkan lagu-lagu anak tanguh Indonesia melawan Pandemi Covid 19 oleh Syaoom Aquistic.

Sebelum penyerahan Bansos paket kebutuhan dasar anak, Puncak acara Roadshow HAN 2020 diawali dengan menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya, dan dibuka dengan doa yang dipimpin dua orang anak dan diterus dengan membacakan Harapan dan Suara Anak Indonesia yang dibacakan dua anak.

Dalam kesempatan itu pula, Arist Merdeka Sirait Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak didaulat memberikan sambutan dan pesan moral Hari Anak Nasional 2020 bagi anak-anak Indonesia yang mengambil tena Anak Terlindungi Indonesia. “Anak-anaku, anak Indonesia terimalah salam anak Indonesia Tangguh Melawan Covid 19”.

“Anak Indonesia luar biasa, anak Indonesia Tangguh, melawan apa?… Disambut anak-anak dengan pekikan serentak dan nyaring “corona”

Lebih lanjut Arist menjelaskan untuk menjadikan Indonesia maju, adalah kewajiban semua pihak, Keluarga, Masyarakat, pemerintah dan negara membebaskan anak dari segala bentuk belenggu eksploitasi, kekerasan terhadap anak, penelantaran penyiksaan dan penganiayaan anak, perbudakan seks bahkan penelantaran serta diskriminasi. Karena masa depan bangsa ini adalah masa depan anak-anak kita sekarang. Oleh karena itu tanggungjawab perlindungan anak adalah ditangan kita.

Demikian juga anak harus dipastikan terbebas dari narkoba, pornograpi, bully dan perlakuan-perlakuan salah lainnya termasuk segala belenggu eksploitasi seks komersial dan perbudakan seks yang saat ini menjadi fenomena yang sangat menakutkan dan mengancam kehidupan anak-anak di Indonesia baik yang dilakukan sindikat international dan nasional.

Dalam kesempatan itu pula Arist mengajak anak-anak di seluruh tanah air Indonesia agar berani mengatakan tidak pada narkoba, berani mengatakan tidak pada pornograpi dan berani dengan tegas mengatakan tidak pada kekerasan.

Demikian juga Arist mengajak anak seantero nusantara dalam rangka Hari Anak Nasional yang jatuh pada hari Kamis 23 Juli 2020 untuk melawan virus Corona .

Arist Merdeka Sirait berpesan kepada anak-anak Indonesia agar Setia mentaati Aturan apa yang dikenal dengan protokol kesehatan covid-19 dengan cara hidup bersih dengan cuci tangan dengan sabun serta meminta kepada anak-anak di seluruh Indonesia untuk setia menggunakan masker dimanapun dan kapan pun serta menjaga jarak, agar jauh dari serangan virus Corona.

Anak- anaku di seluruh tanah air seluruh dewan komisioner Komnas Perlindungan dan LPA Seluruh Nusantara mengajak setialah menggunakan masker dimanapun dan kapanpun dan jagalah jarak anak-anakku agar tidak tertular virus Corona dengan cara menjaga jarak dan menggunakan masker itu adalah syarat utama agar anak-anakku terserang Covid 19.

Arist menambahkan bagi orang-orang dewasa, orangtua dan keluarga ajarkanlah kepada anak setia menjalankan aturan protokol kesehatan covid-19.

Orang tua dan keluarga harus menjadi teladan bagi anak-anaknyan menjalankan protokol kesehatan pandemik Covid 19. “Jangan biarkan anak terserang virus Corona yang mematikan karena kelalaian kita”.

Harus diingat bahwa anak-anak berhak untuk hidup dan anak-anak juga punya hak untuk hidup, nyaman dan hak untuk sehat agar anak bertumbuh dan berkembang dengan baik.

Orangtua jangan sedikitpun lengah untuk memberikan perlindungan bagi anak-anaknya. Mari bahu-membahu menjaga dan melindungi anak dari serangan Corona, ajak Arist.

Pesan moral yang lainnya kepada anak-anak di seluruh Indonesia untuk tetap belajar dan sekolah di rumah saja dan bagi pemerintah jangan paksakan anak-anak sekolah tatap muka sepanjang Indonesia menemukan vaksin anti corona dan belum semua masyarakat mematuhi dan menjalankan protokol kesehatan Covid 19.

Jangan jadikan anak eksperimen untuk mengetahui satu tempat atau tempat lain jalur hijau, atau jalur kuning dan atau jalur orange.

Sekolah dapat dilakukan dimana dan kapan saja, di luar sekolah di luar gedung, di tepi pantai, di tepi sungai sekolah itu dapat dilakukan dimana saja.

Inilah hakekat perlindungan Anak, Selamat Hari Anak Nasional Anak. Anak terlindungi dari segala bentuk eksplotasi, kekerasan seksual maupun fisik, penelantaran, penganiayaa dan penyiksaan, serta diskriminasi, Indonesia maju demikian Arist mengakhiri pesan moralnya.

Dalam kesempatan itu pula Dewan Penasehat Komisi Nasional Perlindungan Anak Roestin Ilyas dan Sekjen Komnas Perlindungan Anak Danang Sasongko memberikan pesan moral yang sama agar anak-anak senantiasa bersyukur dalam situasi apapun secara khusus dalam menghadapi serangan Virus Corona.

Dhanang Sasongko mengajak anak-anak Indonesia senantiasa beribadahlah dan selalu mengucap syukur agar diberikan kesehatan dan semangat demikianlah pesan moral yang sama dilakukan oleh dewan penasehat dan Pembina Komnas Perlindungan Anak dengan diakhiri mengajak anak-anak bernyanyi bersama-sama dengan lagu disana senang dimana-mana anak senang dan diakhiri dengan pekikan tema HAN 2020 Anak Terlindungi, Indonesia Maju.

Acara puncak HAN 2020 Komnas Perlindungan Anak dihibur sekaligus memperkenalkan lagu-lagu Anak Tangguh melawan covid 19 oleh Syaloom Aqustic and Friend.(Red)

%d blogger menyukai ini: