Anwar Uban: Lambatnya Pencairan Kompensasi Warga Desa Taman Rahayu, LKPK Pertanyakan Kinerja Pemkab Bekasi

4

Anwar Soleh Ketua DPC Lembaga Komunitas Pengawas Korupsi Kabupaten Bekasi

FBN – KABUPATEN BEKASI || Lambatnya terkait pengurusan dokumen atau kelengkapan dokumen pencairan dana Kompensasi Bantuan Tunai Langsung BLT bagi 1557 KK Warga Desa Taman Rahayu Kadus III tiga Kecamatan Setu Kabupaten Bekasi, bagi warga yang Terdampak Unit Pengelolaan Sampah Terpadu UPST Bantar Gebang, Jumat (16/10/20).

Anwar Soleh atau yang biasa di sapa Kang Uban, Ketua Lemabaga Komunitas Pengawas Korupsi LKPK DPC Kabupaten Bekasi’ Angkat bicara, dengan tegas mengatakan Pemerintah Kabupaten Bekasi harus segara dan cepat mengurus dokumen – dokumen yang diperlukan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, agar pencairan dana kompensasi BLT bagi warga terdampak UPST Bantar Gebang cepat terealisasi, tuturnya.

Menurut Anwar Uban , Warga RW. 05, 06 dan RW. 07 Desa Taman Rahayu Kadus III tiga Kecamatan Setu Kabupaten Bekasi sebanyak 1557 Kepala Keluarga KK sudah lama menunggu cairanya dana kompensasi BLT dari UPST Bantar Gebang.Karena mereka sudah membuat buku rekening BJB yang beberapa bulan lalu tetapi tak kunjung juga dana kompensasi masuk ke rekening warga penerima dana kompensasi harus cepat dan tanggap Pemerintah Kabapaten Bekasi coba di Kota Bekasi dari Triwulan pertama sampai dengan triwulan ke III dana kompensasi BLT sudah di terima warga terdampak UPST Bantar Gebang, Tandasnya.

Lanjut Uban, Menegaskan kami minta kepada Pemerintah Kabupaten Bekasi dan dinas yang terkait yang mengurus dana kompensasi warga terdampak UPST Bantar Gebang agar secepatnya mengurus dokomen atau kelengkapan pencairan dana kompensasi agar warga Desa Taman Rahayu Kadus III tiga Kecamatan Setu tidak resah, dan Pemkab harus konsisten dengan apa yang sudah menjadi kespekatan dengan warga, dan jangan sampai menibulkan banyak opini yang tidak baik terhadapa kinerja Pemkab Bekasi. Tutupnya. (Red)