11/29/2022
Post Visitors:69

MELAWI,KALBAR – FBN || Ketua Dpd Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Kabupaten Melawi, Sopyan Hadi,S.Sos,M.si akan menargetkan sebanyak 5000 hektar Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) di kabupaten Melawi. Program ini merupakan salah satu prioritas Apkasindo untuk meningkatkan kesejahteraan petani sawit di Kabupaten Melawi,” Selasa (29/09/20)

Disela-sela Acara Rapat anggota tahunan (RAT) tahun buku 2019 KUD Bale Yotro Beloyang,Sopian Hadi mengatakan “Dalam rapat kerja Apkasindo ada 3 program prioritas yang akan kita lakukan pertama, memperjelas areal kebun plasma dengan pola bagi hasil 80:20. prioritas kedua adalah PSR yang akan bersinergi dengan pemerintah daerah serta mensosialisasikan pergub 63 tahun 2018
Tentang Petunjuk Pelaksanaan Penetapan Indeks dan Harga Pembelian Tandan Buah Segar (TBS) Produksi Pekebun Kalimantan Barat kepada petani”.ungkapnya.

Terkait Peremajaan sawit rakyat (PSR) sebanyak 5000 hektar dirinya mengatakan sudah melakukan pendataan dan berkoordinasi dengan dinas perkebunan, sudah ada beberapa KUD yang usia tanamannya sudah mendekati 25 tahun.Mengenai perbub 63 Apkasindo akan mensosialiasikan dan menerapkan kepada perusahaan dan petani agar tidak dirugikan. “Dengan adanya perbub tersebut, justru petani kelapa sawit dilindungi melalui kemitraan dalam penjualan TBS”. Jelasnya.

Dirinya juga mengatakan, untuk replanting tahun 2020 yang sudah terdata dan pasti ada 1000 hektar di bloyang, 250 hekzar di blonsat, dan 150 hektar di Tiong keranjik itu semua sudah disesuaikan dengan tahun tanam. wilayah yang akan menyusul adalah batu nanta,laman bukit, Tiong keranjik, sp 7 keberak, dan Sarai.

“Sebenarnya ada 11 ribu hektar dalam naungan Apkasindo namun belum mencukupi usia tanam. Selain itu kami juga sudah mengajukan untuk petani swadaya non PIR. Karena ada beberapa persyaratan untuk mendapatkan PSR, salah satu contoh adalah kebun yang masih muda hasilnya kurang dari 10 ton pertahun.”pungkas Sopian Hadi.

(Dk/Dm/Awn)

%d blogger menyukai ini: