Awas Ada Modus Penipuan, Dengan Iming Iming Bisa Masukan Bidan PTT Dilingkungan RSUD Karawang

59

FOKUS BERITA NASIONAL | KABUPATEN KARAWANG – Carli Iskandar yang biasa disapa Uleng, Sekretris Desa Pulosari, Kecamatan Telagasari, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Diduga telah melakukan modus penipuan dengan iming – iming mampu masukan kerja PTT, untuk bidan PPT di lingkungan RSUD Kabupaten Karawang pada tahun 2016 silam. “Sampai saat ini, korban belum juga mendapat panggilan dan masuk sebagai pekerja PTT”.

Menindak lanjuti maraknya di pemberitaan media elektronik, terkait dugaan penipuan yang di lakukan oleh” Carli Iskandar” Sekdes Desa Pulosari Kecamatan Telagasari Kabupaten Karawang. Pada tahun 2016 silam. Dirinya mampu meloloskan Bidan Lia, yang diketahui sebagai ponakan Bidan Unasih, untuk bekerja pada lingkungan RSUD Karawang. Bidan PTT korbannya Bidan Unasih warga dusun Dongkal Rt. 003 Rw. 003/RW. 003 Desa Dongkal, Kecamatan Pedes, Karawang.

Dipaparkan Bidan Unasih bersama ponakannya Bidan Lia, kepada Fokus Berita Nasional.com. Selasa (12/3/2019) di Puskesmas Sungaibuntu. Menurutnya sekitar bulan mei 2016, kedatangan RH. Yang kami kenal, menurutnya ada perintah dari Carli Iskandar Sekretaris Desa Pulosari Kecematan Telagasari – Karawang, Sekdes Carli adalah Pamannya ibu Wakil Bupati Karawang, dengan dalih RSUD Karawang membutuhkan dua orang untuk dijadikan bidan PTT.

Setelah saya musyawarah dengan keluarga, yang akan di ajukan bidan PTT adalah ponakan saya ( LIA ) yang sudah lama bekerja di lingkungan UPTD Puskesmas Sungaibuntu bersama saya.

Jelang beberapa hari, saya bersama keluarga dan RH menyambangi rumah Sekdes Carli di alamat tersebut. Sesampainya di rumah Sekdes Carli, saat saya pertanyakan di RSUD Karawang membutuhkan Bidan PTT ”kata carli” memang benar Insya Allah dalam waktu 1 minggu bisa masuk untuk menjadi Bidan PTT.

Dilain tempat pada bulan Juli 2016, saya kedatangan Sekdes Carli, menurutnya Bidan yang mau masuk PTT jadi engga, kalau memang jadi usahakan uang ADMnya dalam waktu satu minggu ini, Ponakan ibu menjadi bidan PTT kata carli. ”setelah ada kesepakatan dua belah pihak ADMnya sebesar 25 juta rupiah.

Sebelum saya menyerahkan uang, saya telepone RH dulu, namun Hpnya tidak aktif, saya pecaya sama Sekdes Carli, karena dia pamannya ibu wabup, “dalam pemikiran saya, masa pamannya ibu Wabup mau membohongi masyarakat,” akhirnya saya memberikan uang sebesar Rp. 25 juta rupiah, waktu itu disaksikan oleh Mantri Endang Tarli pungkasnya.

Di lain waktu jelang satu minggu saya menghubungi sekdes Carli, saat saya pertanyakan kapan Lia di angkat menjadi bidan PTTnya, menurut Carli sabar dulu Wabupnya masih sibuk nanti setelah di acc pasti di Telepone“kata Carli”.

Sampai 1 bulan belum juga ada keputusan LIA menjadi Bidan PTT, setiap saya menghubungi Via Nomor Handponnya, alasannya menunggu putusan Wabup, Insya Alla bulan ini masuk ”kata Carli” setiap saya menghubungi dengan alasan yang sama.

Masih kata Unasih, saya menunggu panggilan dari Sekdes Carli yang tidak pernah ada kepastian, saya sudah bosen dari tahun 2016 – 2018, pada tanggal 12 maret 2018 saya bersama orang tua Bidan Lia, menyambangi rumah Carli, Alhamdulilah Sekdes Carli ada di rumahnya.

Saat saya pertanyakan kepada Sekdes Carli, saya minta keputusan jangan hanya janji. Saya kalau memang tidak bisa masuk, “uang saya sebanyak tersebut segera dikembalikan,” setelaha ada kesepakatan kedua belah pihak dibuatlah kwitansi, sebanyak uang tersebut akan di kembalikan pada, 20 mei 2018, yang di saksikan oleh istri Sekdes Carli Yunengsih.

Namun pada waktu yang telah di tentukan pada tanggal tersebut, Sekdes Carli tidak ada di rumahnya, sehingga no Handponnya juga tidak aktif, sampai berita ini terbit, Sekdes Carli belum juga mengembalikan uang sebanyak tersebut, kata Unasih”.

saya merasa kecewa terhadap RH, pasalnya bisa kenal dengan Sekdes Carli di pertemukan oleh RH. Saya minta pertanggung jawaban dan bantuannya dengan nada tinggi pungkasnya”.

Penipuan dan penggelapan, merupakan tindak pidana yang diatur dalam pasal 378 KUHP Pidana, “Barang siapa dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum dengan tipu muslihat, ataupun rangkaian kebohongan,” diancam karena penipuan, dengan pidana penjara paling lama empat tahun.”

Kasus ini sudah di laporkan, ke Polsek Pedes Agar segera melakukan langkah-langkah penyelidikan dan proses hukum, terkait dengan adanya pengaduan dari masyarakat. Agar tanpa adanya tebang pilih yang telah dengan sengaja melakukan perbuatan melawan hukum.

Dengan tetap konsisten Terhadap setiap orang yang diduga melakukan Tindak Pidana Penipuan,(4) Segera Memanggil dan memeriksa “ Carli Iskandar” Sekretaris Desa Pulosari Kecamatan Telagasari” untuk memeriksa Dengan tetap mengacu pada “azas praduga tak bersalah”. Kami berharap, agar pihak-pihak yang ber kompeten dalam hal ini, Kanit Reskrim Polsek Pedes agar segera melakukan tindakan Hukum sesuai dengan kewenangannya”.

Dan selanjutnya kami akan menyimpan berkas, gambar, rekaman dan menyampaikan informasi baik dalam bentuk tulisan suara gambar maupun dalam bentuk lainnya dengan menggunanakan media cetak dan media online, media elektronik segala jenis saluran yang tersedia.

Disisi lain, hal yang mendapatkan informasi atau salinan data ini kami anggap masih dalam koridor tupoksi dalam melakukan pengamatan dan pemantauan serta pungsi PERS selaku control social masyarakat, Pungkasnya (Red-FBN)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini