09/27/2022
Post Visitors:31

JAKARTA – FBN || Badan Pendidikan dan Pelatihan (Badiklat) Kejaksaan RI melalui Masjid Al-Hukama menyalurkan 5 Sapi dan 4 Kambing untuk diqurbankan pada peringatan Hari Raya Idul Adha 1441 Hijriah. Penyembelihan hewan kurban dilakukan di komplek Badiklat Kejaksaan RI, Ragunan, Jakarta, Senin (3/8/2020) pagi.

Kemudian daging dipotong- potong dan dikemas dalam 850 kantong besek (kotak dus) daging untuk srlanjutnya dibagikan kepada warga sekitar Kelurahan Ragunan, petugas kebersihan gedung, petugas kebersihan taman (pekerja outsourcing), dan tenaga honorer serta pegawai di lingkungan Badiklat.

Kepala Badan Diklat Kejaksaan RI Tony T Spontana yang didampingi Ketua Panitia Idul Adha Wisnu Prabanggoro, yang juga Kasubbag Umum Badiklat, mengatakan penyembelihan dan penyaluran hewan qurban yang dilakukan dengan protokol kesehatan ini, selanjutnya dibagikan kepada warga sekitar Baduklat dan yayasan yatim piatu.

“Jadi qurban ini kami salurkan ke 2 RW dan yayasan yatim piatu serta pegawai di lingkungan Badiklat. Hewan qurban berasal dari pegawai dan para hamba Allah,” kata Kabadiklat Tony Spontana bersama Wisnu, ketika ditemui di tengah penyembelihan qurban.

Kata dia, dari sekian sapi yang disembelih, ada satu ekor sapi berukuran besar dengan berat hampir 1 ton, dengan jenis sapi limosin.

Sebelum disalurkan kepada warga yang berhak menerima daging kurban tersebut, pihak Badiklat telah mendatangkan dokter hewan dari Suku Dinas (Sudin) Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta guna untuk mengantisipasi terjadinya kasus penyakit dan untuk memastikan daging kurban layak dikonsumsi.

“Untuk menjamin keamanan daging kurban akan dilakukan pemeriksaan oleh dokter hewan” ucapnya.

“Hasil pemeriksaan oleh dokter hewan yang kami datangkan, semua hewan qurban sehat, tidak ada yang bermasalah. Begitu juga sapi limosin tersebut,” sambungnya.

“Sebelum dan sesudah disembelih dicek dulu sama petugas dinas kesehatan. Hasilnya semua hewan sehat,” terangnya.

Sementara itu, petugas dinas KPKP, yakni Dokter Hewan Elly dan Dokter Hewan Ni Luh melakukan pengecekan pemeriksaan pada hati dari hewan qurban tersebut. Saat pemeriksaan mereka mengunakan protokol kesehatan dengan kelengkapan alat pelindung diri (APD).

“Setelah kami lakukan pemeriksaan tidak ditemukan ada cacing, semua sehat, dan daging hewan qurban ini layak makan,” kata dokter Elly yang mengaku bekerja di Rumah Sakit Hewan Jakarta.(Muzer)

%d blogger menyukai ini: