09/25/2022
Post Visitors:42
Ketua DPRD Pelalawan Baharudin, Kamis (25/3/2021) di Gedung DPRD Pelalawan merespon cepat atas kejadian ikan mati di kanal limbah PT RAPP.

FBN – PELALAWAN || Ketua DPRD Pelalawan Baharudin, Kamis (25/3/2021) di Gedung DPRD Pelalawan merespon cepat atas kejadian ikan mati di kanal limbah PT RAPP.

Dalam keterangan pers di hadapan wartawan dan Dinas terkait Bahar mengatakan “Masyarakat Pelalawan berasumsi itu limbah, karena pihak RAPP sudah menyampaikan kepada saya dikatakan pada saya informasinya orang ‘memutas’, “masa informasinya dikatakan memutas”? Kata Baharudin heran.

Kemudian lanjut Baharudin sebelum memerintahkan Komisi 2 untuk turun meninjau ke lokasi PT RAPP sekira pukul 14.00 wib terlebih dahulu menyampaikan apresiasi kepada rekan wartawan dan tim Intel Polres dalam sesi konferensi pers di DPRD Pelalawan.

“Saya mengapresiasi kerja dari rekan wartawan yang menamakan ‘tim umang-umang’ yang dari dini hari (23/3) hingga subuh (24/3) dan (tim Intel Polres Pelalawan) kemarin lalu turun ke lokasi untuk investigasi lapangan pada waktu kejadian ikan mati akibat pencemaran air di Sungai Kampar area parit atau kanal limbah PT RAPP,” pungkas Baharudin.

Tim Umang-umang yang dimaksud Ketua DPRD Pelalawan Baharudin adalah dari rekan wartawan Diki Kurniawan, Rojuli, Suryadi, Adi Panjaitan, Pangrib dan lainnya, pungkas Bahar sambil tersenyum.

Jadi kemudian lanjut Bahar atas kejadian hari itu juga pada pagi harinya saya disurati dari FORMASI RIAU melalui surat nya yang ditujukan kepada Bupati Pelalawan dan Sekda Pelalawan untuk dapat ditindak lanjuti, kata Bahar.

Karena berhubung kawan kawan anggota DPRD Pelalawan masih berada di luar kota maka dari komisi 2 DPRD Pelalawan saya mengeluarkan surat perintah untuk menindak lanjuti permasalahan pencemaran air tersebut di areal kanal limbah PT RAPP.

Turut hadir dalam konferensi pers ini dari Dinas Lingkungan Hidup yang diwakili Kabid Tohaji, Kadis Perikanan dan Sekretaris T. Wahidudin dan T. Nahar, Satgas Pol Pamong Praja, dan Ketua Komisi 2 dan anggota didampingi wakil ketua DPRD Syafrizal untuk selanjutnya turun meninjau ke lapangan.

Tindak lanjut dari peninjauan lapangan ini dijelaskan Baharudin bahwa salah satu (tupoksi) fungsi DPRD itu adalah Pengawasan, maka terkait kejadian tersebut perlu mengumpulkan data dan informasi lapangan untuk bahan evaluasi dalam pengawasan kami terhadap ketaatan melaksanakan perundang undangan yang berlaku.

Menarik dari penjelasan Sekretaris Perikanan T. Nahar dalam pengakuannya bahwa dia dan timnya dapat mengambil sampel ikan mati tersebut, dan malah diistimewakan sama masyarakat dan bahkan diantar oleh masyarakat ke lokasi. Bahkan katanya lagi tim merekapun dikasih makan lagi dan saat menuju pulang usai mengambil sampel ikan mati malah di oleh olehi ikan salai saking percayanya warga terhadap dinas perikanan, katanya.

Berbeda pengakuan dari Kabid Tohaji dari tim DLH Pelalawan bahwa mereka mendapat kesulitan pengakuannya. Saat itu (23/3) malam kejadian mereka tidak bisa mendapatkan sampel air dan dilarang sama masyarakat, karena dihalang halangi warga maka kemudian pada besok harinya (24/3) siang baru diantar didampingi sama Camat Pelalawan ke lokasi untuk kembali mengambil sampel air, katanya.

Mendapat penjelasan tersebut disela oleh pertanyaan dari wartawan Diki, “lho kenapa warga yang melaporkan ikan mati akibat pencemaran kok masyarakat pula yang melarang pihak DLH Pelalawan untuk mengambil sampel air di kanal limbah PT RAPP di Desa Sering”, katanya minta penjelasan Kabid Tohaji.

Mendapat pertanyaan sela itu Tohaji singkat menjawab “saya tidak tahu apa alasannya”, katanya.

Mendapati pertanyaan wartawan tersebut tidak terjawab maka ketua DPRD Pelalawan segera memerintahkan Tim Komisi 2 dan didampingi DLH, Dinas Perikanan dan Satgas Pol PP yang disaksikan oleh rekan rekan wartawan untuk segera meninjau lokasi sekira pukul 14.00 wib menuju PT RAPP hingga selesai pukul 16.00 wib. (Sur)

%d blogger menyukai ini: