11/27/2022
Post Visitors:104

FBN – Kabupaten Bekasi || Viralnya pembangunan WC Pendidikan di Bekasi membuat semua mata publik meliriknya, anggaran yang ditentukan oleh Pemkab Bekasi ini juga cukup Funtastic, dari Rp.198 – 196 Juta, jika dikalkulasi dengan jumlah anggaran kurang lebih menghabiskan Rp. 98 Miliar, dan ini pun menjadi buah bibir semua kalangan.

Bupati Bekasi terkait pembangunan WC memaparkan, dalam rangka menghadapi pembelajaran tatap muka, sanitasi, WC, tempat wudhu dan tempat cuci tangan.

“Itu sengaja kita anggarkan untuk mendukung pembelajaran tatap muka, bukan hanya WC kita juga mengganggarkan sekolah sekolah yang sudah memprihatinkan.” Ucapnya Eka Supria Atmaja dalam acara simulasi di SDN Karangraharja 02. Selasa (15/12/2020).

Masih kata Bupati, “Program pemerintah daerah tahun 2020 yang pertama ini ingin sekolah atau di bidang pendidikan kita utamakan, khususnya sekolah yang tidak layak.”

Eka menyampaikan Pembangunan WC ini dalam rangka mendukung penanganan Covid-19.

“Untuk lebih jelasnya terkait dengan toilet silahkan pertanyakan lebih rincinya kepada dinas tekhnis tersebut.” Pungkas Eka.

Disindir KPK sudah merespon viralnya pembangunan WC di Bekasi, dirinya menjelaskan, “Kita mengikut sertakan inspektorat dan ini juga kan belum di bayar baru dibangun belom selesai, tinggal di hitung saja dimana kerugian negara.”

“Jika sudah dibangun tinggal dihitung mana kerugian negara, jika memang tidak standar dengan dinas, nanti akan kita stock opname apa yang dia kerjakan, ya maka itu yang akan kita bayar.” jelas Bupati Bekasi.

Ditempat yang sama PLT Kadis Cipta Karya Kabupaten Bekasi Suhup mengatakan, dengan adanya pembangunan WC yang viral ini kan bukan cuma satu tapi ada 488 pembangunan WC di Kabupaten Bekasi.

“Pembangunan WC yang viral itu kan baru 30 %, kalo kita lihat pembangunan sekarang ini yang hampir mencapai 95% apa yang di bangun itu bisa dilihat sendiri, ada WC, tempat wudhu, ada tower, ada mesin airnya, ada tempat cuci tangannya ada disana.”

Suhup menjelaskan, “Semua itu belum ada yang dicairkan 100% sampai hari ini, walaupun ada tapi tidak semua, saya mengucapkan terimakasih kepada masyarakat dan rekanan pers yang sudah ikut serta membantu pengawasan dan memberikan masukan.”

“Yakin lah bahwa nanti yang akan kita cairkan, itu nanti kita stock opname di lapangan, dan yang kita bayarkan sesuai yang ada di lapangan.”

Keistimewaan pembangunan ini, masih kata Suhup dalam rangka mendukung kegiatan belajar tatap muka.

Belum usai menjelaskan Beni menambahkan keterangan selaku Kabid Bangunan Dinas Cipta Karya, “Untuk toilet ini sekolah dasar menggunakan Urinoir, karena untuk konsep penanganan kesehatan itu harus sejuk kering sehingga menggunakan Urinoir, ventilasi juga harus memadai.”

Menurut Beni, “Ketersediaan air bersih terkadang ada toiletnya, tapi tidak ada airnya, disini kita menggunakan ground water tank menggunakan juga torn sehingga bisa terjamin kesediaan air bersih.”

“Anggaran pembangunan WC itu ketentuan tentang APBD dimana itu ada pajak, keuntungan bagi penyedia,kalo anggaran itu sekitar Rp.149 Juta dan komponen komponen lain.”

“Anggaran sebesar itu dengan komponen lain seperti tadi, harga permeter di Kabupaten Bekasi Insya Allah masuk karena ada standarnya, dengan bangunan tidak bertingkat sederhana.” Paparnya.

“Ada pertanyaan dari masyarakat ko berbeda-beda, nah itu perencanaan dalam kondisi darurat, waktu itu perencanaan di bulan Agustus dengan konsep Kabupaten Kota Sehat, kemudian pengembangan tentang Covid-19 ini dan kegiatan belajar mengajar baru, maka dibuat perencanaan secara tipikal, nanti pembayarannya dilakukan stock opname.” Kata Beni.

Disindir kenapa tidak revitalisasi, menurutnya tidak jauh berbeda dengan anggaran pembangunan baru jika harus revitalisasi.Pungkasnya Beni.

Namun terlihat pembangunan WC yang sudah hampir 100% terlihat begitu sederhana, dimana pembangunan itu bersumber dari APBD Kabupaten Bekasi yang terhitung nilainya mencapai Rp.198 Juta.

Sampai hari ini, perbincangan di kalangan masyarakat masih terus di bicarakan dengan adanya bangunan WC sederhana yang memakan anggaran luar biasa.

Reporter : (**Tif)

%d blogger menyukai ini: