12/03/2022
Post Visitors:96

FBN – Surabaya || Pemerintah Kota madya surabaya,masih memberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) untuk mencegah Covid-19. Sehingga belum semua jenis usaha boleh beroperasi.

Meski begitu, kenyataan di lapangan berkata lain.Masih mendapati banyak pengusaha yang nekat membuka usahanya, salah satunya usaha pijat milik Risma.

Bisnis prostitusi berkedok panti pijat (pitrad) ditemukan di pinggir jalan pulo wonokromo Kecamatan Wonokromo Kota surabaya.Di lokasi panti pijat ini bernama pitrad 276 Message,Hal itupun membuat warga yang tinggal di sekitaran lokasi resah.

Pantauan Media Republik,Rabu (21/10/2020), saat melintas di sepanjangJalan Pulo wonoktomo ditemukan lokasi panti pijat yang diduga menjadi tempat prostitusi terselubung. Tak hanya itu para terapis dalam bekerja menggunakan pakaian seksi.

Bahkan ironisnya, lokasi panti pijat modus prostitusi itu berada di kawasan padat permukiman penduduk.

Menurut pengakuan warga sekitar yang tidak ingin identitasnya dipublikasi mengaku bahwa tempat panti pijat modus prostitusi sudah lama menempati kurang lebih Lima tahunan.

Panti pijat yang beroperasi tidak sesuai dengan kenyataan. seharusnya panti pijat hanya sebagai tempat untuk jasa memijat bukan malah menjadi tempat praktek prostitusi,” ungkapnya.

Saya berharap satpol PP dan pemerintah kota agar menutup lokasi panti pijat esek-esek yang meresahkan warga masyarakat tidak kembali beroperasi,” pungkasnya.

(edwin rio)

%d blogger menyukai ini: