Menu

Mode Gelap

Fokus Berita Nasional · 26 Des 2021 21:27 WIB ·

Bareskrim Sita 1674.951 Kg Sabu Sepanjang Tahun 2021


					Bareskrim Sita 1674.951 Kg Sabu Sepanjang Tahun 2021 Perbesar

Penyitaan ganja juga mengalami peningkatan selama 2021 sebanyak 124 persen. Pada 2020 disita 357.214,56 gram, sedangkan pada 2021 disita 799.116,40 gram.

FOKUS BERITA JAKARTA – Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dit Tipidnarkoba) Bareskrim Polri membeberkan data penyitaan barang haram sepanjang 2021. Narkotika jenis sabu menjadi barang bukti paling banyak disita sejak Januari-Desember 2021.

“Dimana terjadi peningkatan 166 persen dibandingkan 2020, yakni 2020 sebanyak 627.977,20 gram, pada 2021 ada 1.674.951,48 gram (1674.951 kg). Jadi, peningkatannya lebih dari 100 persen, tepatnya 166 persen,” kata Dir Tipidnarkoba Bareskrim Polri Brigjen Krisno Halomoan Siregar, Jumat (24/12/2021).

Penyitaan ganja juga mengalami peningkatan selama 2021 sebanyak 124 persen. Pada 2020 disita 357.214,56 gram, sedangkan pada 2021 disita 799.116,40 gram.

“(Penyitaan) obat keras terjadi peningkatan yang sangat signifikan, ini berkaitan dengan terungkapnya dua pabrik Mega Lab produksi obat-obatan keras di Yogyakarta (pada September 2021),” ungkap Krisno.

Krisno memerinci pada 2020 disita obat keras sebanyak 1.704 butir. Sedangkan, pada 2021 disita 48.188.000 butir. Mengalami peningkatan sebanyak 2.827.834 persen.

Penyitaan ekstasi juga mengalami peningkatan 197 persen sepanjang 2021. Pada 2020 sebanyak 95.097 butir, dan 2021 sebanyak 282.236,50 butir.

Penyitaan tembakau gorila mengalami penurunan 71 persen sepanjang 2021. Pada 2020 disita 11.437,61 gram, sedangkan pada 2021 hanya 3.370,42 gram.

Penyitaan narkotika jenis happy five mengalami peningkatan sebanyak 947 persen. Pada 2020 hanya disita 4.835 butir, sedangkan 2021 ada 50.620 butir. Ketamin juga meningkat 40,25 persen, pada 2020 hanya disita 69,5 gram, sedangkan pada 2021 disita 2.867 gram.

Namun, Krisno menyebut pengungkapan kasus sepanjang 2021 terjadi penurunan sebanyak 18 persen. Pada 2021 ada 104 kasus, sedangkan 2020 ada 127 kasus.

Sementara itu, penetapan tersangka sepanjang 2021 mengalami peningkatan 2 persen. Krisno mengatakan pada 2020 ada 228 tersangka, sedangkan 2021 ada 233 tersangka.

Krisno melanjutkan pengungkapan kasus tindak pidana pencucian uang (TPPU) dalam kejahatan narkoba mengalami peningkatan sepanjang 2021. Pada 2020 hanya terungkap satu kasus, sedangkan pada 2021 ada lima kasus.

“Jadi, terjadi peningkatan 400 persen untuk TPPU yang berhasil diungkap dan dituntaskan,” ujar Krisno.

Begitu pula penetapan tersangka TPPU. Krisno menyebut ada peningkatan 150 persen. Pada 2020 hanya menetapkan empat tersangka, sedangkan pada 2021 ada 10 tersangka.

Aset hasil pencucian uang yang disita Dit Tipidnarkoba Bareskrim Polri selama 2021 juga meningkat 35,284 persen. Pada 2020 Dit Tipidnarkoba menyita aset senilai Rp966 juta dari satu kasus yang disidik.

“(Sedangkan) pada 2021 dari lima kasus yang disidik berhasil disita uang dan aset-aset tersangka sejumlah Rp341.804.998.583 atau terjadi peningkatan lebih dari 35 persen,” beber Krisno. (Divhumas/suwandi)

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 14 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Satu Tahun Kapolri : Setapak Perubahan Untuk Mewujudkan Polri Yang Presisi

28 Januari 2022 - 13:20 WIB

LAGI LAGI, Seorang Warga Singingi Hilir Di Amankan Sat Resnarkoba Polres Kuansing Karena Terjerat Kasus Narkoba

28 Januari 2022 - 13:07 WIB

Kapolda Sumsel Didampingi Direktur Kriminal Khusus dan Direktur Kriminal Umum Menerima Sertifikat Penghargaan dari Kementerian Pertanian RI

27 Januari 2022 - 19:31 WIB

Satgas BLBI, Polri Sita Aset Senilai Rp 5,9 Triliun

27 Januari 2022 - 15:26 WIB

Sinergi Dan Kerjasama Dalam Berantas Narkoba, Kapolda Riau Berkunjung Ke Ka BNNP

27 Januari 2022 - 14:59 WIB

KPK Tak Lagi Gunakan Istilah OTT, Kelompok Milenial: Keputusan Yang Tepat

27 Januari 2022 - 14:41 WIB

Trending di Fokus Berita Nasional