11/27/2022
Post Visitors:62
Tersangka AS pelaku pencabulan anak dibawah umur.

FBN – Merangin || Satreskrim Polres Merangin pada Jumat (27/11/2020) sekitar pukul 16.00 Wib mengamankan AS bin Ansori (36) Laki-laki dengan pekerjaan sebagai petani. Alamat Desa Tamiai Kecamatan Batang Merangin, Kabupaten Kerinci Jambi, yang diduga melakukan tindak pidana “Pencabulan dan persetubuhan dan melarikan anak dibawah umur terhadap NP (15) yang beralamat di Desa Air Lago Kecamatan Muara Siau.

Penangkapan AS ini sendiri, setelah mendapat laporan dari Muhtaruddin, orang tua kandung korban NP (15), yang masih di bawah umur sejak bulan Agustus lalu hingga 27 November 2020.

Kapolres Merangin AKBP Irwan Andy P, melalui Kasat Reskrim AKP Firdon Marpaung membenarkan kasus tersebut.

“Iya, kita telah mengamankan AS, yang diduga melakukan tindak pidana pencabulan, persetubuhan dan melarikan anak dibawah umur,” terang AKP. Firdon Marpaung kepada awak media.

Kronologis Kejadiannya, sekitar bulan Agustus tahun 2020 ketika liburan Hari Raya Idul Adha korban diajak pelaku untuk Pergi ke Waterboom FA, setelah dari situ, pelaku lalu mengajak korban ke Hotel Rizki yang berada di Pamenang untuk beristirahat. Kemudian ketika berada di kamal hotel tersebut, pelaku lalu merayu korban melakukan hubungan badan, pada awalnya korban menolak akan tetapi dirayu oleh pelaku dan pelaku mengatakan jika korban hamil maka pelaku akan bertangung jawab, dan korban pasrah hingga pelaku menyetubuhi korban.

Dan persetubuhan tersebut berlangsung hingga pada bulan oktober. Setelah itu pada tanggal 27 Oktober pelaku mengajak korban untuk kabur dari Pesantren Rahmatan Lil Alamin tempat korban sekolah tanpa seizin dari orang tua korban, dan pelaku menjanjikan akan menikahi korban.

Setelah itu pelaku dan korban pergi ke Pamenang dan menginap di Hotel Rizki selama 1 malam, keesokan harinya pelaku megajak korban menyewa kos di Pasar Pamenang selama kurang lebih 2 minggu. Kemudian pelaku mengajak korban untuk pergi ke rumah saudaranya yang berada di Kabupaten Musi Rawas Utara Provinsi Sumatera Selatan, hingga pelaku menikahi korban secara siri tanpa sepengatahuan orang tua korban.

Kemudian sekitar bulan November tahun 2020 korban menelpon orang tuanya dan mengatakan jika sudah menikah dengan pelaku. Lalu orang tua korban juga meminta korban agar Pulang ke rumahnya yg berada di Desa Air Lago bersama dengan pelaku.

“Mengetahui korban dan pelaku akan pulang, merasa tidak senang dengan pernbuatan pelaku, ayah korban melaporkan permasalahan tersebut ke polres Merangin,” terang AKP Firdon Marpaung.

Pelaku akan dijerat dengan pasal “Pencabulan dan persetubuhan dan melarikan anak dibawah umur.”

Primer pasal 81 subsidair Pasal 82 UU No.17 Tahun 2016 Tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU Nomor 1 Tahun 2016 Tentang Perubahan kedua atas UU No.23 tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak Jo Pasal 76E UU No 35 Tahun 2014, tentang Perubahan atas UU Nomor 23 tahun 2002 dan Pasal 332 ayat (1) KUHPidana.
(PERI).

%d blogger menyukai ini: