BEM Fakultas Ekonomi Unigha Buka Suara, Akibat Pelayanan Publik di RSUD “Pidie Jaya Gagal”

24

FBN # Pidie Jaya – Ketua BEM Fakultas Ekonomi Universitas Jabal Ghafur (Unigha), Refan Nurreza mengencam tindakan pihak manajemen RSUD Pidie Jaya yang abaikan terhadap pasien melahirkan.

Insiden tersebut sangat memalukan daerah atas pelayanan pihak RSUD Pidie Jaya, kejadian ini dirasakan oleh Raudatul Jannah (24) warga Gampong Keurisi Meunasah Lueng, yang melahirkan tanpa bantuan pertolongan tenaga medis.

Pelayanan pihak RSUD Kabupaten Pidie Jaya sangat memalukan dan terkesan tidak profesional (tidak punya SOP) dalam menangani pasien.

“Ini preseden buruk bagi Rumah sakit, memalukan dan menjadi catatan hitam bagi Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya, karena gagal dalam memberikan pelayanan publik yang baik dan bermartabat,” tegas Refan Nurreza kepada awak media, Kamis, 29 April 2021.

lanjutnya, pasien tersebut melahirkan dengan bantuan orang tuanya, petugas hanya datang memotong tali pusar saat bayi perempuan lahir. Bertindaklah dengan nilai manusiawi dalam menjalankan tugas.

Sebenarnya,”Anda telah disumpah profesi untuk mengabdi, jangan pilih kasih, bekerjalah dengan nurani, memanusiakan manusia.”

Menurut Refan, optimalisasi pelayanan publik juga tak bisa lepas dari suara masyarakat, suara nyata masyarakat adalah komplain dan pengaduan. Ketika suatu instansi mendapat pengaduan atau laporan, penyelesaian dari masalah tersebut adalah upaya untuk meningkatkan kualitas layanan publik.

Penyelesaian terhadap aduan masyarakat itu harus dilakukan secara bersama, dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) atau unit lainnya. “Jadi penyelesaian aduan itu harus berkolaborasi, tak bisa jalan sendiri-sendiri,” pungkasnya. (Wanis Pijay)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini