10/02/2022
Post Visitors:73

KABUPATEN KARAWANG – UR (22) Pasien BPJS Kesehatan yang menjalani rawat inap di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Karawang, di Ruang Cilamaya Baru, pihak keluarga mempertanyakan kebijakan pihak rumah sakit, yang meminta Keluarga para pasien untuk membeli obat keluar yakni di apotik yang tidak di tentukan.

“Sejak istri saya di rawat di RSUD, ada beberapa obat yang harus dibeli keluar, itupun apotiknya tidak ditunjuk jadi harus keliling mencari sanah sinih obatnya,” kata AS selaku suami pasien yang dirawat di RSUD Karawang, Senin (10/08/2020).

Ia mengatakan bukan hanya sekali saja, itu sudah beberapa kalih sejak masuk Rawat Inap harus membeli obat dan semacam jenis impusan di luar, dengan membawa resep dari RSUD Kabupaten Karawang dengan alasan obat tidak ada atau habis.

“Bagaimana jika itu terjadi dengan keluarga yang memang benar benar tidak mampu, apakah akan dibiarkan saja sedangkan pasien butuh obat, karena memang tidak ada penjelasan dari pihak RSUD hanya memberikan resep obat dan suruh keluarga mencarinya.” keluhnya kepada awak media.

Dirinya merasa heran, apakah memang seperti ini SOP yang diterapkan di RSUD Kabupaten Karawang, menurutnya tindakan seperti ini sangat membebankan keluarga pasien, jika keluarga pasien yang tidak memiliki Kendaraan maka saya yakin untuk mencari obatnya akan butuh waktu seharian.

Atas Informasi tersebut awak media mencoba mengkonfirmasi pihak RSUD, namun mengarahkan untuk bertemu dengan pihak HUMAS, agar dapat penjelasan terkait pembelian obat obatan yang telah dibelinya.

“Silahkan temui pak bagian Humas agar mendapatkan penjelasan” Terangnya Yeti selaku PIC RSUD Kabupaten Karawang melalalui pesan WhatsApp.

Sangat di sayangkan masih adanya pelayanan dari pihak RS, apa lagi seperti RSUD Kabupaten Karawang yang menjadi RS Pemerintah Daerah seharusnya menjadi panutan, namun masih ditemukan Keluarga pasien yang di bebankan mencari kebutuhan pasien dengan dalil obat yang dibutuh kan kosong.

Tidak hanya itu, pihak RSUD juga tanpa memberikan edukasi terlebih dahulu kepada keluarga pasien apakah nanti akan diklaim oleh RS atau tidak, sesuai dengan regulasi yang ada, sedangkan pasien dari kepesertaan BPJS Kesehatan yang seharusnya itu sudah di tanggung semua baik dari pelayanan maupun obat obatan yang memang dibutuhkan pasien.(Red)

%d blogger menyukai ini: