11/29/2022
Post Visitors:57

FBN – Kabupaten Bekasi || Di masa pandemi Covid-19 yang melanda dunia semua upaya pemerintah untuk memutus mata rantai penyebaran Virus Covid -19 di terapakan dengan beberapa aturan dari PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) sampai ke new normal dan sampai saat ini dunia pendidikan di liburkan dengan hanya proses belajar mngajar secara Durring yang sangat kurang efektif.

Kegiatan kegiatan kesenian di hentikan, warga yang hajatan tidak di perbolehkan, dengan tetap mematuhi aturan pemeintah yang telah di tetapkan, bahkan dalam bentuk aturan dan hukuman yang dibuat pemerintah, untuk mengantisipasi penyebaran covid-19.

Namun beda halnya dengan yang di lakukan oleh salah satu lembaga pemerintah BNK (Badan Narkotika) Kabupaten Bekasi, yang telah menggelar sosialisasi Narkoba yang dilaksanakan di wilayah Babelan dan Taruma jaya, pada Rabu (11/11/2020), diduga dalam acara tidak mematuhi protokol kesehatan yang di Atur oleh pemerintah, terlihat acara yang digelar tidak menjaga sosial Distancing (Jaga jarak).

Hal ini mengundang reaksi dari salah satu aktivis, politisi sekaligus Advokat Icang Rahardian SH, menurutnya pada prinsipnya sosialisasi itu bagus dan benar tapi dengan catatan jika tidak dalam saat ini.

“Artinya kondisi dimasa pandemi bukan cuma untuk masyarakat luas, tapi masuk dalam takaran seluruh masyarakat seluruh Indonesia dan dunia termasuk Kabupaten Bekasi khusunya seharusnya pemerintah lebih paham mengenai aturan itu.”Ucapnya NR.Icang Rahardian.Kamis (12/11/2020).

Masih kata NR. Icang Rahardian yang akrab di sapa Baba Icang mengatakan kepada awak media , “bahwa BNK Kabupaten Bekasi sudah melanggar aturan Protokol Kesehatan yang telah di tetapkan oleh Pemerintah terutama pemerintah Kabuapaten Bekasi, kita bisa liat fotonya wong didepan hanya beberapa orang yang pakai masker dan adik adik kita duduknya berdampingan berarti ini apa?”

“BNK itu badan yang dibentuk oleh pemerintah, kalau pemerintahnya aja udah tidak ngasih contoh yang baik, bagaimana masyarakat nya.” Ungkapnya.

“Di saat para pekerja seni atau seniman menjerit karena tidak di izin kan pentas berbulan-bulan, mereka dalam kesusahan karena kosong pemasukan karena tidak ada gaji, loh kok BNK Kabupaten Bekasi yang notabene mendapat anggaran dari dana hibah pemerintah dan ada gaji nya dari pemerintah dengan sengaja mengelar sosialisasi secara langsung dengan para siswa-siswi yang notabene sekolah aja di liburkan sudah gitu tidak mematuhi protokol kesehatan,” tambah Baba Icang.

Lebih lanjut Icang Rahardian SH menegaskan dan menghimbau kepada penegak hukum agar segera memproses secara hukum, siapapun yang telah melanggar aturan Prokes sesuai yang telah di tentukan oleh pemerintah, dan harus di pidanakan siapa pun, lembaga apapun jika memang melanggar,” tutup Baba Icang. (Red)

%d blogger menyukai ini: