Bukan Songket Biasa, Ini Makna Busana Istri Bupati Batubara

56

KAB. BATU BARA, FOKUS BERITA NASIONAL | Ketua Tim Penggerak PKK Batubara, Maya Indriasari Zahir mengikuti lomba fashion show pada rangkaian puncak Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK Nasional ke-47, yang diselenggarakan di Hotel Convention and Exhibition, Grand Inna Padang, Sumatera Barat, Kamis (25/7/2019).

Diketahui, lomba Fashion show ini diikuti oleh seluruh provinsi di Indonesia yang menampilkan keindahan dan keunikan pakaian adat masing-masing yang dimiliki setiap provinsi.

Dalam balutan busana songket kabupaten Batubara, Maya Indriasari Zahir tampil dengan anggun di hadapan dewan juri dan juga para hadirin yang datang

Saat berjalan di catwalk, istri Bupati Batubara ini disambut riuh tepuk tangan para pendukungnya, yang merupakan anggota TP PKK dari perwakilan sumut.

Maya tampil dengan penuh percaya diri, ia memakai songket dengan motif “Pucuk Pandan” yang bermakna kesucian.

Adapun aksesoris yang dikenakan di kepalanya menggunakan “Desta besar dan Desta kecil” dengan motif bunga melati.

Sedangkan Aksesoris pada bagian dadanya mengenakan kalung atau rantai papan, sedangkan Pada bagian lengan, Maya memakai gelang atau ikat tangan berwarna emas.

“Keseluruhan aksesoris ini merupakan kerajinan tangan (handmade) berbahan manik, kawat, tembaga, dan kertas kilat. Asli buatan Ibu-Ibu PKK Kabupaten Batubara,” terang maya, usai mengikuti Fashion show

Ketua TP PKK Sumut Nawal Edy Rahmayadi langsung menyambut Maya dan memuji penampilannya, usai turun dari panggung atau catwalk.

Berpartisipasi dalam Fashion Show tersebut, menurut istri Gubernur sumut itu, merupakan salah satu bentuk upaya PKK Sumut mengabarkan dan mensosialisasikan ragam keunikan busana yang dimiliki di Provinsi Sumut.

“Songket Palembang itu terkenal kan, tapi mungkin masih banyak juga yang belum tahu kalau kita juga punya songket Batubara, seperti yang dikenakan Maya ini. Jadi, ini salah satu cara kita mengabarkan,” ujar Nawal.

Reporter: Supriadi