Bukber di Masjid Al-Ikhlas TPST Bantargebang

53

BEKASI, FOKUS BERITA NASIONAL.COM | Bulan Ramadhan 1440 H atau 2019 M merupakan momentum sejarah bagi pengelola TPST Bantargebang, Kota Bekasi. Pada Jumat, 17 Mei 2019 diadakan buka puasa bersama di Masjid Al-Ikhlas di TPST. Kegiatan ini baru pertama kali, karena masjid tersebut belum lama diresmikan oleh Gubernur DKI Anies Baswedan Rasyid.

Acara bukber itu dihadir Kepala TPST Bantargebang Asep Kuswanto, Pelaksana TPST Rizki Febriyanto, Lurah, Ketua LPM, aparat Koramil dan Polsek Kecamatan Bantargebang, Kepala UPTD TPA Sumurbatu, pegawai/staf TPST, sejumlah jurnalis, pemulung, anak yatim dan warga sekitar.

Lebih 300 orang mengikuti bukber. Acara dimulai dengan sambutan-sambutan, pembagian bingkisan untuk anak yatim, siraman rohani. Kemudian buka puasa bersama. Setelah dilanjutkan sholat magrib berjamaah.

Dikatakan Bagong Suyoto, Ketua Umum Pelapak dan Pemulung Indonesia (APPI) dan Ketua Koalisi Persampahan Nasional (KPNAS). yang ikut serta dalam acara Bukber. Kini TPST Bantargebang memiliki masjid yang besar dan bagus menempati lahan seluas 2.000 m2 lebih. Pengelola TPST memperhatikan sarana ibadah yang layak dan nyaman. Masjid ini selain dimanfatkan untuk kegiatan ibadah sholat, juga dapat dipakai untuk pengajian atau pendidikan dan syiar agama.

Namun, untuk dapat menyemarakan aktivitas keagamaan dibutuhkan Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) yang kapasitas keagamaannya mumpunni. Mereka yang mampu dan faseh baca Al-Qur’an, lebih luar biasa lagi hafal ratusan bahkan ribuan ayat Al-Qur’an dan hadits, ahli fiqih, menguasai perkara fardhu a’in dan kifayah, urusan zakat fitri dan mall, kuasai ilmu tarbiyah, dan lain-lain yang berkaitan dengan keperluan ummat. Contohnya, DKM harus mampu menjalankan sholat Jum’at, sholat tharawih, dll. Adab-adab sholah Jum’at harus pahami betul.

Kita sudah membangun masjid yang bagus sudah seharusnya dihidupkan oleh orang-orang alim, artinya ahli agama. Masjid harus dikelola secara modern dan sesuai syar’i. Kita tidak boleh menyerahkan masjid pada sembarangan orang, tidak boleh coba-coba, seperti imam sholat, harus orang yang mumpuni dan memenuhi sejumlah persyaratan sesuai Al-Qur’an dan hadits.

Pemimpin sholat dan syahnya sholat dimulai dari tataharoh, seperti bersuci dan wudhu sesuai ketentuan fiqih. Ibnu Qudamah mengatakan, seperti bersuci punya empat tingkatan: 1. Mensucikan yang lahir dari hadats, najus dan kotoran. 2. Mensuci tubuh dari dosa dan kesalahan. 3. Mensucikan hati dan akhlak-akhlak tercela dan kehinaan-kehinaan yang dibenci, dan 4. Mensucikan apa yang tersembunyi dari hal-hal selain Allah, yang sekaligus merupakan tujuan yang terakhir.

Apalagi yang berhubungan dengan ibadah puasa. Puasa merupakan ibadah rahasia antara manusia/hamba dengan Allah. Puasa itu hukumya wajib bagi orang muslim. Suatu hadits Al-Bukhary dan Muslim menyatakan: “Puasa itu bagiku dan aku memberi balasan dengannya.” Puasa tidak sekadar menahan rasa haus dan lapar, juga menahan hawa nafsu lain. Puasa yang sungguh-sungguh dapat menghapuskan dosa-dosa tahun lalu.

Dalam menghidupkan masjid, rumah Allah sebaiknya melibatkan para alim ulama dan warga sekitar, pun para pemulung, pelapak di sekitar masjid. Terutama para pegawai/staf TPST Bantargebang dapat memanfaatkan masjid sesuai perintah Allah dan RasulNya. Setiap tiba waktu sholat beribadah sholat di sini, setelah itu istirahat sejenak dan lebih baik membaca Al-Qur’an. Maka sebaiknya di masjid ini tersedia banyak Al-Qur’an, atau ada perpustakaan Islam.

Sudah saatnya, DKM masjid Al-Ikhlas diTPST Bantargebang mempunyai program kerja jangka pendek, menengah dan panjang. Untuk jangka pendek diantara sudah punya rencana kegiatan, jadwal dan imam sholat wajib, jadwal sholat Jum’at, jadwa pengajian rutin dengan thema-thema tertentu sebaiknya membahas kitab fiqih, kitab aqidah, belajar Al-Qur’an, dll. Kegiatan di sini sebaiknya libatkan anak-anak hingga orang dewasa. Masjid untuk semua. Meramaikan masjid sepanjang waktu, disamping aktivitas mencari nafkah sehari-hari. Karena semua itu masuk kategori ibadah. Ibadah hanya kepada Allah. Sehingga keberadaan masjid ini akan memberi berkah dan hidayah agar hidup mengikuti dan menjalankan perintah Allah dan RasulNya dan meninggalkan larangNya. Agar hidup kita berada di jalan Allah dan RasulNya. (red**)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini