Bupati Batubara Copot Jabatan Pangeran Agar Tidak Rugikan Dua Sisi

57

KAB. BATUBARA, FOKUS BERITA NASIONAL | Agar tidak ada keributan atau hal-hal lain yang akan merugikan pemerintah Batubara di dua sisi, Bupati Kabupaten Batubara Ir Zahir Map akan mencopot Sekretaris Inspektorat Batubara, Pangeran Riadi Gunawan Siagian yang diduga pernah memalsukan SK Wali Kota Siantar Bernomor : 824/270/IV/WK tertanggal 27 April 2012, tentang penugasan seorang ‘PNS Siluman’ atas nama Ida Siagian ke SMKN 3 Pematang Siantar.

“Anak itu (Pangeran), kalo kerjanya buat pening kepala aja dicopot juganya nanti itu, untuk anak ini dalam waktu dekat pasti kita pertimbangkan lagilah, kalo bisa kalian bantu carikan saya nomor putusan pengadilanya, biar enak kita pecat sekalian dia” ujar Sekretaris Daerah Batubara Sakti Alam Siregar, Senin, (2/9/2018).

Sakti memastikan bila pihaknya menemukan surat putusan Pengadilan yang menyatakan telah memvonis Pangeran terbukti bersalah dalam kasus pemalsuan SK Wali Kota Siantar tersebut, pihaknya tidak akan ragu lagi melakukan pemecatan langsung terhadap Pangeran.

“jika kalian (wartawan) bisa membantu kami menemukan nomor putusan Pengadilanya, kita pecatpun anak itu bisa, biar tak merugikan kita dua sisi” tegasnya.

Sebelumnya, Pangeran Riadi Gunawan Siagian dilantik Bupati Batubara Ir Zahir Map melalui Sekda menjadi Sekretaris Inspektorat Kabupaten Batubara bersama 85 pejabat lainya dilingkup Pemkab Batubara pada senin,15 Juli 2019 silam.

Lantas, apakah Bupati Batubara tidak menyesal melantik Pangeran sebagai Sekretaris Inspektorat Batubara? Menimbang inspektorat merupakan lembaga pengendalian internal pemerintah Batubara dan pengawasan terhadap kinerja Aparatur Sipil Negara.

“Ah, pelantikan mana ada yang janggal, itu kita kan gak tau kemarin, kecuali kalo dari awal kita sudah tau takkan mungkin dilantik anak itu kalo sudah tau” tutupnya.

Sebelumnya, dikutip dari berbagai sumber menyebutkan, bahwa status Tersangka yang dialamatkan kepada Pangeran Riadi Gunawan Siagian terjadi pada 14 Oktober 2012 lalu. Pada saat itu dirinya diduga melakukan tindak pidana pemalsuan SK wali kota Pematang Siantar Bernomor : 824/270/IV/WK tertanggal 27 April 2012.

Dalam SK yang dibuat Pangeran Riadi itu dengan sengaja menscanning tanda tangan Walikota dan stempel Pemko Pematangsiantar serta mencetaknya di lembaran SK palsu berisi soal penugasan Ida Siagian ke SMK Negeri 3 Pematangsiantar yang belakangan diketahui sebagai adik kandung dari Pangeran Riadi Gunawan Siagian.

Dilansir dari Kontra.ID, sekretaris Inspektorat Batubara, Pangeran Riadi Gunawan Siagian saat diwawancarai diruangan kerjanya pada 7 agustus 2019 lalu mengakui pernah ditangkap polisi Siantar atas kejadian itu.

“Ya ada, Ida Siagian yang saya urus itu adik kandung saya,” ungkapnya.

Namun Pangeran membantah tak Pernah perkaranya tersebut dibawa sampai pengadilan meskipun sudah berkasnya sudah P21, setelah penahanannya sebagai pelaku memalsukan SK Wali Kota Pematangsiantar.

“Saya ditangkap Hanya satu hari saja dan dipriksa, setelah itu ya sudah, saya gak tau lagi, perkaranya tak pernah tu dibawa sampai pengadilan,” kilahnya.

Kapolresta Pematangsiantar, AKBP Heribertus Ompusunggu melalui Plh Subbag Humas, Aipda Napena Surbakti menegaskan bahwa status Tersangka Pangeran Riadi Gunawan Siagian pada 2012 lalu, berkasnya telah dinyatakan lengkap dan memenuhi unsur pidana pelanggaran Pasal 263 ayat (1) KUHP jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP tentang Pemalsuan Tanda Tangan.

“Berkasnya sudah P-21 dan pada waktu itu juga sudah dikirim ke Kejaksaan”, ucap Napena seperti dilansir dari hetanews.com, Senin (3/9/2019).

Reporter: Supriadi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini