“Buruknya Sistem Pelayanan Kepada Masyarakat” LKPK Desak Bupati Bekasi Berikan Sangsi Kepada Camat Karang Bahagia

57

KAB. BEKASI, FOKUS BERITA NASIONAL | Ramainya Vidio Relawan Kesehatan Kabupaten Bekasi ramai beredar di dunia Netizen, seorang wanita relawan kesehatan yang mendapat perlakuan tidak semestinya dan tidak sewajarnya oleh para pegawai Kecamatan Karang Bahagia Kabupaten Bekasi, beberapa waktu lalu mendapat sorotan dan perhatian serius Lembaga Komunitas Pengawas Korupsi LKPK Kabupaten Bekasi.

Vidio amatir yang beredar dengan durasi 00:03:15 detik terjadinya perdebatan antara Relawan Kesehatan dengan sejumlah pegawai Kecamatan Karang Bahagia, “merupakan cermin buruknya sistem pelayanan kepada masyarakat”.

Tim Relawan Kesehatan yang seharusnya mendapat pelayanan yang baik, sesuai dengan “Pelayanan Administrasi Terpadu Kecamatan, (Paten). Namun ini terjadi sebaliknya, Bela yang merupakan salah satu Relawan Kesehatan malah mendapat kesulitan, dengan berbagai macam perkatan kasar oleh sejumlah pegawai Kecamatan dengan nada sangat keras, penuh dengan Luapan emosi “tidak ubahnya seperti maling yang tertangakap basah oleh warga”.

Anwar Soleh Ketua DPC Lmembaga Komunitas Pengawas Korupsi kepada awak media Fokus Berita Nasional, Kamis (19/9/19). Menurut dia, sistem Paten akan sangat memudahkan masyarakat dalam mengurus berbagai hal yang berkaitan dengan birokrasi dan Admimistrasi. Sistem Paten telah diatur secara detail dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 4 Tahun 2010,” katanya.

Namun dalam hal ini sangat kita sayangkan, tidak seharusnya perkataan kasar terlontar dari seorang pegawai Kecamatan Karangbahagia, yang notabenenya dia adalah pelayan masyarakat. Kami meminta kepada Bupati Bekasi H. Eka Supria Atmaja SH, Mencopot Jabatan Camat Karangbahagia yang di nilai tidak bisa memimpin bawahannya, “dan ini untuk warga Karangbahagia sendiri yang sedang di rawat di rumah sakit karena DBD” kami meminta kepada Bupati, kejadian tersebut berada dalam ruang loby pelayanan yang terkoneksi langsung oleh CCTV ke ruang kerja Bupati. “Buka dan lihat kejadian yang sebenarnya”. Tutup Anwar.

Bahrul Kasi Kependudukan Kecamatan Karangbahagia saat di konfirmasi di ruang kerjanya, Selasa (17/9/19) mengatakan, dirinya mengakui atas adanya kegaduhan tersebut, dan sangat menyayangkan atas pelayanan yang kurang baik, namun itu akan menjadi pembelajaran yang sangat berharga, agar tidak terulang kembali pada kemudian hari, yang jelas pada waktu itu terjadi mis komunikasi antara warga yang mengaku relawan kesehatan dengan para pegawai Kecamatan, namun pada hari itu juga permasalahan administradi yang diminta oleh Relawan semua dapat kita bantu dengan maksimal. Ujar Bahrul. (Red)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini