08/17/2022
Post Visitors:26

SIMEULUE – FBN || Banjir yang terjadi sejak kemaren hingga hari ini selasa 28 Juli 2020 masih menggenangi di beberapa titik dalam wilayah Kabupaten Simeulue dan menghambat akses transportasi serta intensitas hujan masih tinggi hingga berita ini di turunkan.

Kades Abail saat dilokasi banjir menjelaskan keawak media ini bahwa banjir sempat surut tadi malam namun kembali merendam wilayahnya sejak tadi pagi.“padahal air ini sudah mulai surut, namun tadi pagi kembali naik lagi dikarnakan hujan kembali turun sejak semalam, dan untuk hari ini ada sekitar 75 jiwa masyarakat Desa Abail yang terkena dampak langsung dari banjir ini ” ucap Fuan Sani kades Abail.

Salah satunya banjir yang menggenangi jalan Nasional di desa Abail ini dengan ketinggian air hingga satu meter dan sepanjang kurang lebih 300 meter, hingga menyulitkan warga untuk melintasi baik yang menuju ke pusat kota maupun sebaliknya serta merendam rumah penduduk juga hal ini menghambat aktifitas warga sekitar.Pantauan media dilapangan, ratusan warga dan kenderaan yang menunggu dari pagi di jalan tersebut. Namun sebagian ada warga yang menggunakan jasa rakit yang ditawarkan warga setempat namun berbayar, dan ada juga perahu karet yang di siapkan dari Basarnas, TNI, Polri khusus membawa orang namun tidak untuk mengangkut kenderaan.

Sementara dikabarkan di sejumlah titik lainya di Kabupaten Simeulue juga terjadi banjir yang sama, bahkan ada jembatan yang longsor, serta desa yang terkepung banjir tidak bisa keluar dari desa tersebut.

Disisi lain, ada masyarakat beranggapan banjir yang sering terjadi di kabupaten ini, selain dari gejala alam seperti banyaknya sungai yang mengalami pendangkalan, juga bisa saja dikarnakan masih adanya orang yang melakukan penebangan kayu secara liar di Simeulue.

“Apa tidak sering banjir pulau kita ini! sungai sungai sudah banyak yang dangkal dan mengalami penyempitan, ditambah lagi adanya orang-orang yang melakukan penebangan liar di hutan, iaach…kalau terjadi seperti ini siapa yang bertanggung jawab?”, Cetus seorang warga yang tak mau di sebutkan namanya.[helman*]

%d blogger menyukai ini: