Cyber Indonesia Laporkan Akun Akun Medsos Dugaan Ujaran Kebencian Atas Peristiwa Menkopolhukam Wiranto

59

JAKARTA, FBN | Cyber Indonesia melaporkan akun akun di Twitter dan Facebook atas dugaan ujaran kebencian dan penyebaran berita bohong yakni Hanum Rais, Jonru, Jerinx SID dll Dilaporkan ke Polda Dugaan Ujaran Kebencian dan Penyebaran Berita Bohong

“Klien kami Jalaludin telah melaporkan tiga akun Twitter dan dua akun Facebook .” Ujar kuasa hukum Jalaludin yang juga ketua umum cyber Indonesia dalam siaran persnya Jumat (11/10)

Diketahui Jalaluddin melaporkan 3 akun twitter dan 2 akun Facebook.

3 akun twitter atasnama:

1. @hanumrais/HANUM SALSABIELA RAIS
2. @JRX_SID/I GEDE ARI ASTINA/JERINX
3. @fullmoonfolks/BHAGAVAD SAMABHADA

dan 2 akun Facebook atas nama:

1. Jonru Ginting
2. Gilang Kazuya Shimura

Dikatakan Muannas Akun-akun tersebut diduga menyebarkan ujaran kebencian dan berita bohong terkait peristiwa penusukan terhadap Menko Polhukam Bapak Wiranto di Menes Pandeglang Kamis 10 Oktober 2019.

” Laporan Jalaluddin diterima oleh SPKT Polda Metro Jaya dengan Nomor LP/6558/X/2019/PMJ/Dit.Reskrimsus 11 Oktober 2019″. Kata Muannas

Akun-akun ini dilaporkan dengan Pasal 28 ayat 2 ITE, kemudian Pasal 14 dan 15 UU No 1 Tahun 1946.

Dalam pelaporan Jalaluddin didampingi Ketua Umum Cyber Indonesia, Habib Muannas Alaidid yang menyatakan
Terorisme adalah kejahatan kemanusiaan. Ketika ada peristiwa perencanaan pembunuhan kepada seseorang yang korbannya Bapak Wiranto Menko Polhukam dilakukan oleh RA dan FD di Alun-alun Menes, Pandeglang, Banten pada Kamis 10 Oktober 2019, dan kita sama-sama berduka.

Lanjut Muannas Kita berduka karena kebencian yang dibangun di atas dasar keyakinan, Kita berduka karena Pancasila tidak dipahami sebagai falsafah kehidupan yang mempersatukan perbedaaan-perbedaan di negara tercinta ini
Dan kita berduka karena ada pihak-pihak yang mengambil keuntungan dengan menggunakan media sosial untuk membangun opini bohong berisi provokasi dan kebencian yang memiliki potensi bahaya apabila dipercaya seseorang yang tidak mengkonfirmasinya.

Untuk itu kami Cyber Indonesia dijelaskan Muannas meminta pihak Kepolisian untuk mengusut akun-akun media sosial penyebar berita bohong, kebencian, dan provokasi serta mengklarifikasi atas dasar apa pemilik akun berpendapat dan menyebarluaskan pendapatnya tersebut secara sadar melalui akun media sosialnya.

Reporter : Jhon

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini