oleh

Dalam Rangka Sinergitas POLRI Dengan Lembaga Formal dan Non Formal, STIK Gelar FGD, LMP Jadi Narasumber

FBN # KARAWANG – Dalam rangka mendukung Sumber Daya Manusia (SDM) POLRI yang unggul dan mumpuni. Perubahan pola kerja dan juga ilmu pengetahuan personil terus ditingkatkan. Polres Karawang menggelar kegiatan Penelitian personel Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK ) sebagai lembaga pendidikan untuk calon perwira, dal rangka penelitian tentang sinergitas Polri dan lembaga Formal – Non Formal dalam pencegahan Korupsi melalui pendekatan Polmas bertempat di Aula Polres Karawang, Rabu (09/06)

Sambutan Wakil kepala Kepolisian Resor Karawang Polda Jabar Kompol Ahmad Faisal Pasaribu S.I.K, M.H, ucapan terima kasih atas kehadiran tamu undangan yang berbahagia, sebelumnya kami mengucapkan selamat datang kepada ketua Tim beserta anggotanya.

Berkaitan hal tersebut kepada para Kabag, Kasat dan pejabat utama Polres Karawang serta seluruh instansi terkait, kami memohon dukungannya dalam menyiapkan data yang dibutuhkan oleh seluruh Tim PTIK agar kegiatan penelitian ini dapat berjalan dengan baik.
“Harapannya dengan adanya penelitian ini dapat memberikan wawasan dan sinergitas,” tutur Wakil kepala Kepolisian Resor Karawang Polda Jabar Kompol Ahmad Faisal Pasaribu S.I.K, M.H. Kamis (09/06).

Dalam kegiatan Penelitian Personal STIK Sinergitas Polri dan Lembaga Formal dan Non Formal dalam pencegahan Korupsi melalui pendekatan Polmas., dihadiri Tim Peneliti STIK Kombes Pol Dedy Suhartono, S.IK, M.M beserta Tim (Anggota), Pejabat Kepolisian di Lingkungan Polres Karawang, Bhabinmas, Perwakilan dari Instansi dan Ormas, juga tokoh pemuda dan Tokoh Agama.


Dalam kegiatan tersebut tanggapan dari para hadirin tamu undangan secara umum menyatakan, dari pihak Kejaksaan Karawang menyambut baik dengan kegiatan hari ini.

Sedangkan Kamtibmas mengatakan, antara tokoh agama dan Kepolisian sudah bersinergi dengan baik dan tetap bersama-sama lebih meningkatkan lagi.

Sementara itu , tokoh agama yang diwakili Yusep Hidayatuloh menyarankan bahwa
Setiap lembaga merasa tanggung jawab terhadap bangsa dan negara ini, untuk tingkatkan pendidikan keimanan dan tanamkan rasa syukur kepada Allah SWT.


Sedangkan Organisasi Kemasyarakatan Laskar Merah Putih (Ormas LMP) Markas Cabang Karawang yang diwakili oleh Wakil Ketua, yaitu Andri Kurniawan menyampaikan, pihaknya bersama masyarakat serta Kepolisian diharapkan terjalin sinergitas.

Selain itu, Andri mengatakan, bahwa perihal tema Focus Group Discussion (FGD) hari ini sangat menarik untuk didiskusikan. Karena LMP Marcab Karawang merupakan Ormas yang selama ini aktif dalam mengkritisi gejala – gejala yang mengarah pada suatu Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), khususnya diwilayah Kabupaten Karawang”,

Tak hanya itu, Wakil Ketua LMP Marcab Karawang juga menyampaikan, “Selama ini LMP tidak hanya fokus untuk mengkritisi saja. Melainkan, sudah banyak Laporan Informasi (LI) atau Laporan Aduan (Lapdu) kepada Aparat Penegak Hukum (APH) yang menjadi produk penindakan sampai tahap 2 Peradilan Tipikor,”

“Oleh karena itu, pencegahan dengan pendekatan pada semua sektor, khususnya dilembaga Eksekutif dan Legislatif sangat diperlukan. Agar tidak sampai terjadi suatu tindak pidana korupsi. Banyak cara yang bisa dilakukan, baik secara sosialisasi dan lain sebagainya,” Ujar Andri.

Lebih lanjut, Andri memberikan saran serta masukan yang dinilai sangat innovatif, “Maraknya tindak pidana korupsi yang terjadi. Selain adanya kesempatan, ancaman pidana terhadap pelaku korupsi juga dinilai belum maksimal dan optimal. Kemudian langkah yang dapat dilakukan oleh POLRI dalam hal pencegahan, bisa dengan mekanisme pendampingan terhadap pelaksana anggaran,”

Disarankannya, “Kenapa tidak POLRI memanfaatkan SDM yang ada dalam hal fungsi pengawasan dan pendampingan dalam realisasi anggaran. Saya anggap secara kuantitas personel dan SDM POLRI sudah memadai untuk menjadi Liaison Officer (LO). Dengan begitu setidaknya dapat meminimalisir suatu tindak pidana korupsi,”

Diharapkannya, “Agar dalam penelitian FGD yang dilakukan oleh STIK hari ini dapat tersampaikan terhadap lembaga POLRI dan pimpinan, yaitu Kepala Kepolisian Republik Indonesia (KAPOLRI). Semoga ke depan menjadi produk POLRI yang bermanfaat dalam hal pencegahan tindak pidana korupsi. (Topan)

Komentar

Fokus Berita Nasional