Dandim 1506/ Namlea Inspektur Upacara Hari Lahir Pancasila

53

NAMLEA KABUPATEN BURU | Bertempat di halaman kantor Bupati Buru Sabtu (1/6/2019), digelar upacara peringatan Hari Lahir Pancasila. Komandan Kodim (Dandim) 1506/Namlea Letkol Inf Syarifuddin Azis, S.Ag, M.I.Pol bertindak sebagai inspektur upacara (irup).

Upacara juga diikuti Kapolres Buru AKBP. Ricky Purnama Kertapati, S.I.K,.M.Si para asisten, staf ahli dan sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkab Buru, serta ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN), personel Polri dan TNI, Satpol PP.

Dalam upacara tersebut, Dandim 1506/ Namlea menyampaikan sambutan tetulis Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia.

Disampaikannya, Pancasila sebagai dasar negara, ideologi negara dan pandangan hidup bangsa yang digali oleh para pendiri bangsa. Yang merupakan suatu anugerah yang tiada tara dari Tuhan YME.

“Walaupun kita sebagai bangsa masih belum secara sempurna berhasil merealisasikan nilai- nilai Pancasila,.

Kita akui bahwa eksistensi keindonesiaan baik bangsa maupun negara masih dapat bertahan hingga kini berkat Pancasila,” ujar Letkol Inf Syarifuddin.

Melalui peringatan Hari Lahir Pancasila, Pancasila perlu dijadikan sebagai sumber inspirasi politik harapan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Kita semua harus terus menerus secara konsisten merealisasikan Pancasila sebagai dasar negara, ideologi negara dan pandangan dunia,” pungkasnya.

Pancasila sebagai keyakinan dan pendiri yang asasi diperjuangkan keberagaman kondisi geografis flora fauna hingga aspek antropologis dan sosiologis masyarakat hanya dapat di rajut dalam bingkai kebangsaan yang inklusif.

Proses internalisasi sekaligus pengalaman nilai-nilai Pancasila harus dilakukan dan diperjuangakn secara terus menerus.

Pancasila harus tertanam dalam hati yang suci dan diamalkam dalam kehidupan sehari-hari karena berkat pancasila yang berkelindan dengan nilai-nilai inklusivitas toleransi dan gotong royong keberagaman yang ada.

Peringatan hari kelahiran Pansila 1 Juni, bukan suatu yang terpisah dari momentum perumusan Piagam Jakarta Oleh panitia kecil tanggal 22 Juni dan pengesahan pancasila dalam pembukaan UUD 1945 oleh Panitia persiapan Kemerdekaan Indonesia tanggal 18 Agustus 1945. Jadi tiga peristiwa penting tersebut merupakan satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. “Ungkapnya. (Sofyan Md)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini