08/16/2022
Post Visitors:37

FBN – Kabupaten Bekasi || Dalam rangka Pengamanan Natal 2020 dan Tahun baru 2021 Kepolisian Resor Metro Bekasi menggelar Operasi Lilin Lodaya 2020. Operasi Lilin Lodaya 2020 melibatkan puluhan personel gabungan, Senin (21 Desember 2020).

Sebagai bentuk kesiapan pengamanan Natal dan Tahun Baru tersebut, Kapolres Metro Bekasi Kombes pol Hendra Gunawan,. S.Ik,. M.Si Pimpin Apel Gelar Pasukan Ops Lilin Lodaya 2020, bertempat dihalaman Mapolres Metro Bekasi.

Hadir dalam kegiatan tersebut selain anggota Satuan Lalu Lintas (Sat Lantas) Polres Metro Bekasi, tampak hadir juga 10 anggota TNI, yang terdiri dari 5 anggota Koramil 08/LA (Lemahabang), dan 5 anggota Koramil Cikarang.

Apel gelar pasukan ini dilaksanakan sebagai bentuk pengecekan akhir kesiapan pelaksanaan Operasi “Lilin-2020” dalam rangka pengamanan perayaan Natal Tahun 2020 dan Tahun Baru 2021, baik pada aspek personel maupun sarana prasarana, serta keterlibatan unsur terkait seperti TNI, Pemda, dan Mitra kamtibmas lainnya.

Bertujuan untuk memastikan kesiapsiagaan personel dan peralatan pengamanan, soliditas para pemangku kepentingan yang dilibatkan, serta menumbuhkan ketenangan dan rasa aman bagi masyarakat.

“Dalam merayakan Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 dihimbau untuk tidak melaksanakan konvoi, tapi jika sampai itu terjadi akan dilakukan pengamanan,” tutur Kompol Hendra Gunawan.

Selain itu Kombes Pol Hendra juga mengatakan, diusahakan dalam perayaan Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 ini dirayakan dengan sebaik – baiknya agar tercipta keamanan dan ketertiban.

Operasi Lilin tahun 2020 merupakan operasi kepolisian terpusat yang akan dilaksanakan selama 10 hari, mulai hari Senin tanggal 21 Desember 2020 – 4 Januari 2021. Fokus pengamanan adalah obyek di seluruh Indonesia baik gereja, tempat wisata, pusat perbelanjaan, obyek perayaan tahun baru, terminal, pelabuhan, stasiun KA, dan bandara.

Ditempat yang berbeda Kapten Inf Aswan Siregar juga mengingatkan mengenai potensi kerawanan yang harus diantisipasi, yaitu aksi terorisme, kejahatan konvensional, sweeping ormas, aksi penolakan, konflik sosial dan tawuran.

(Red)

%d blogger menyukai ini: