Demi Menambahkan Penghasilan, Supir Gudang Menjalankan Bisnis Narkoba

58

KAB. BEKASI, FOKUS BERITA NASIONAL | Resnarkoba Polres Metro Bekasi ungkap kasus Narkotika jenis sabu, Berawal dari penangkapan terhadap saudara A dan saudara S yang selanjutnya di lakukan pengembangan, hingga di dapat informasi keberadaan pelaku di daerah Tarumajaya Bekasi.

Selanjutnya pada Minggu (14/7/19) sekitar jam 18.30 wib petugas Opsnal berhasil menangkap pelaku Sdr TT als T di Jl. Tarumajaya Raya, Ds Pantai Makmur, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, berhasil menyita 1 paket Narkoba yag di duga jenis sabu dengan berat brutto 1 Gram dari tangan pelaku.

Setelah di introgasi pelaku mengakui adanya barang bukti lain yang bertempatan di Apartemen Mediterania Boulevard BA Kemayoran Jakarta Pusat, team Opsnal berhasil menyita barang bukti 1 paket Narkotika jenis sabu dengan berat brutto kurang lebih 100 Gram, pelaku pun di bawa kekantor Sat Resnarkoba Polres Metro Bekasi guna penyidikan lebih lanjut.

Sat Resnarkoba Polres Metro Bekasi pun menggelar jumpa pers Di Polres Metro Bekasi pada selasa (23/7/19), guna untuk memberikan penjelasan hasil ungkap kasus Narkotika jenis sabu oleh Sat Resnatkoba Polres Metro Bekasi.

Pelaku TT alisa T yang kesehariannya menjadi supir gudang, mengakui sudah 2 tahun menjalankan bisnis Narkotika Jenis1 Sabu, barang tersebut di dapatnya dari Tanjung Priok Jakarta Utara, semua itu di lakukan untuk menambah penghasilan”Ungkapnya.

Dengan barang bukti yang di sita :
– Satu bungkus Plastik klip berisikan 1 bungkus plastic klip bening berisi di duga narkotika jenis sabu dengan berat Brutto keseluruhan kurang lebih 1 Gram
– 1 Bungkus plastik klip bening berisi Kristal putih di duga narkotika jenis sabu dengan berat Brutto kurang lebih 100 Gram

Sat Resnarkoba Polres Metro Bekasi menjelaskan “kasus narkotika jenis sabu terdapat pada Pasal 114 Ayat (2) Sub Pasal 112 Ayat (2) Undang Undang Republik Indonesia No.35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman Hukuman MATI,Hukuman Penjara Seumur Hidup,atau Pidana paling singkat 6 (enam) tahun dan Maksimal 20 (Dua Puluh) Tahun penjara dan Pidana dena maksimum sebagaimana di maksud pada ayat (1) di tambah 1/3(sepertiga).”Tutupnya.

Reporter: Latif