11/27/2022
Post Visitors:62

FBN – Merangin || Kegiatan Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di wilayah kabupaten Merangin saat ini masih terus berlangsung dan nyaris semakin menjadi-jadi, seakan akan Pemerintah dan aparat hukum menutup mata, tidak sanggup lagi untuk mencegah dan melarang aktivitas ilegal yang sangat menjanjikan ini.

Bahkan, untuk mendapatkan hasil yang lebih, segala carapun dilakukan oleh Penambang Emas ini, seperti yang terjadi di Dusun Nangko, Desa Tiga Alur kecamatan Pangkalan jambu, kabupaten Merangin Jambi, satu buah fasilitas ibadah, jalan rumah adat dikorbankan dan dihancurkan dengan alat berat excavator demi mendapatkan kilauan emas didalam perut bumi.

Salah seorang ahli waris yang merupakan Wakil Ketua DPRD Merangin, Kausari tidak menepis adanya pembongkaran mushala di atas tanah warisan keluarganya, dan dilakukan pengerukan dibawah lokasi mushala menggunakan excavator untuk menambang emas.

“Kalau persis nian saya tidak tau, yang jelas saya tidak terlibat dan tidak mau dilibatkan dalam persoalan tersebut, karena dari jauh hari saya sudah melarang pembongkaran mushala tersebut,” kata Kausari, Kamis (12/11/2020).

Selain mushala yang dibongkar, lanjutnya, juga ada rumah adat, jalan-jalan umum, jembatan, dan gorong-gorong yang informasi terkini juga sudah rusak.

“Sebelum dibongkar, saya menyarankan harus ada perjanjian ke desa secara tertulis, dari pihak keluarga besar, dengan catatan harus di bangunan kembali Musholanya ,” tuturnya.

“Bahkan dari pihak keluarga yang di dusun, informasi yang saya dapat sudah disiapkan dana untuk pembangunan fasilitas umum yang rusak dan yang sudah bongkar, asalkan diberi izin menggali dengan excavator untuk mencari emasnya,” sambungnya.

Ditegaskan Kausari, andaikan tidak diizinkan dibongkar, mushala dan fasilitas umum lainnya juga akan ambruk karena kondisinya saat ini sudah tergerus akibat digali excavator penambang emas.

“Sudah tidak bisa di bendung lagi, dimana keluarga yang di desa sudah sepakat semua, hanya sedikit bisa memberi saran, agar saat pembongkaran, penggalian tidak ada keributan di antara keluarga,”harapnya.

Sementara itu, Kepala Desa Tiga Alur, Kecamatan Pangkalan Jambu, Jon Faizer tidak membantah adanya pembongkaran mushala yang dilakukan untuk aktivitas PETI di wilayahnya.

Kalau mushala itu benar di bongkar, hanya saja pihak ahli waris sudah ada persiapan ke pihak desa, yang bakal di bangun kembali,” ucapnya.

Namun terkait aktivitas PETI di lokasi tersebut, pihaknya tidak mampu menghalanginya karena itu sudah terjadi lama di wilayah desanya dan sejumlah wilayah di kabupaten Merangin.

“Kalau PETI, kita tidak mampu mencegahnya, karena itu sudah persoalan lama, untuk perbaikan fasilitas umum yang rusak, pihak desa bersama tokoh masyarakat akan menunggu perbaikan dari ahli waris, yang katanya sudah ada bahan perlengkapannya yang disiapkan,” tutupnya. (PERI).

%d blogger menyukai ini: