11/27/2022
Post Visitors:64

FBN – KUBU RAYA, KALBAR || Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang sering terjadi di lahan gambut, Dimana bencana tersebut merupakan permasalahan serius yang harus dihadapi bangsa Indonesia, hampir setiap tahun pada musim kemarau, apalagi dimasa bencana pandemi Covid-19, dibutuhkan penanganan yang rumit dan biaya dan tenaga yang cukup besar berhadapan dengan resiko kedua bencana ini bila tidak dapat ditanggulangi sejak dini.

Pemulihan lahan gambut dapat dilakukan melalui adaptasi atas perubahan ekosistem yang pengetahuan dan praktik atas kondisi gambut, melainkan butuh inovasi pengelolaan lahan gambut oleh masyarakat desa di tempat berbeda dan diperkenalkan sebagai Mitigasi Partisipatif Karhutla.

Hal itu dimaksudkan sebagai media belajar antar petani untuk memaksimalkan pemanfaatan lahan gambut tanpa bakar dalam perlindungan dan penyelamatan ekosistem gambut demi untuk pengembangan potensi desa serta peningkatan ekonomi masyarakat sekitar.

Desa Retok, Kabupaten Kubu Raya menjadi desa percontohan pertama dilaksanakannya sekolah lapang mitigasi karhutla pada tanggal 22-24 September 2020. Dalam penutupan acara, Direktur Mitigasi Bencana BNPB Johny Sumbung menyampaikan urgensi pelaksanaan mitigasi Karhutlah di tengah pandemi Covid-19. Untuk saat ini agar terhindar dari infeksi Covid-19 di dalam dan di luar rumah, ia selalu mengingatkan masyarakat untuk menerapkan ketat 3M, memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan.

Direktorat Mitigasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bermitra dengan Badan Restorasi Gambut (BRG) melakukan upaya mitigasi partisipatif karhutla di 6 (enam) Lokasi yaitu Provinsi Riau, Provinsi Jambi, Provinsi Sumatera Selatan, Provinsi Kalimantan Barat, Provinsi Kalimantan Tengah, dan Provinsi Kalimantan Selatan.

Peserta Pelatihan adalah Petani lokal,
Waktu pelaksanaan sekolah lapang ini selama 3 (hari) hari diikuti oleh 20 orang petani lokal, semoga kegiatan ini bisa menjadi ujung tombak mitigasi dari Desa untuk meminimalisir dan mencegah dampak Karhutla di masa pandemik covid-19 ini,” terang Direktur Mitigasi Bencana BNPB.

Pewarta : Leny

%d blogger menyukai ini: