oleh

Diamnya Kades Karang Anyar, Semakin Memperkuat Dugaan Adanya Indikasi Mark-Up Anggaran

FBN # KABUPATEN BEKASI – Adanya Dugaan Mark-Up anggaran pada beberapa kegiatan penyerapan Dana Desa Karang Anyar, Kecamatan Karang Bahagia, Kabupaten Bekasi, pada tahun 2019, semakin mencuat dengan enggannya kepala Desa memberikan tanggapan.

Arnih Aryanih, selaku Kepala Desa Karang Anyar yang mengundang awak media pada Senin (07/06/2021) untuk memberikan hak jawabnya di Kantor Pemerintah Desa, atas pemberitaan yang menerbitkan tentang adanya dugaan Mark-up anggaran, namun sang kepala Desa mengingkarinya.

Ini semakin memperkuat dugaan adanya indikasi kejanggalan dalam penyerapan Dana Desa tahun 2019, ada apa sebenarnya sehingga kepala Desa tidak menanggapi hal tersebut.

Saat di Kantor Desa awak media bertemu dengan Sekdes, namun saat di konfirmasi dengan adanya Kejanggalan penyerapan anggaran dana desa pada tahun 2019, sekdes pun “no coment”.

Demi berimbangnya pemberitaan, awak media mencoba menelpon dan berkomunikasi melalui pesan WhatsApp kepada Kepala Desa, namun lagi lagi kepala desa tidak menanggapinya.

Sampai berita ini ditayangkan, belum adanya penjelasan dari Kepala Desa selaku yang mengesahkan penyerapan Dana Desa.

Sebelumnya diberitakan, diduga kuat adanya aroma bau-bau Korupsi dalam penyerapan kegiatan Anggaran Dana Desa (DDS) yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) Tahun 2019, di Desa Karang Anyar, Kecamatan Karang Bahagia, Kabupaten Bekasi Jawa Barat.

Seperti halnya pada kegiatan pembangunan leningan saluran air Bpk Indra, di Kampung Kedaung RT 001 RW 005 dengan panjang 300 meter, Tinggi 40 centi meter, yang dianggarakan dari Dana Desa (DDS) Desa Karang Anyar Tahun 2019 pada Tahap II dengan pagu anggaran Rp 157.435.000-, (Seratus Lima Puluh Tujuh Juta Empat Ratus Tiga Puluh Lima Ribu Rupiah) dengan menelan total upah sebesar Rp 52.520.000-, (Lima Puluh Dua Juta Lima Ratus Dua Puluh Ribu Rupiah) dengan rincian Jumlah tenaga kerja (Orang) 11 dan durasi (Hari) 46.

Kemudian, Kegiatan pengecoran Gang Mushola Al-Hikmah Kampung Kedaung dengan Panjang 250 meter, Lebar 1,5 meter dan Tinggi 0,10 centi meter, Yang dianggarakan dari Dana Desa (DDS) Desa Karang Anyar Tahun 2019, pada Tahap I dengan pagu anggaran Rp 90.520.500-, (Sembilan Puluh Juta Lima Ratus Dua Puluh Ribu Lima Ratus Rupiah) dengan menelan total upah sebesar Rp 21.980.000, (Dua Puluh Satu Juta Sembilan Ratus Delapan Puluh Ribu Rupiah) dengan rincian Jmlah tenaga kerja (Orang) 9 dan durasi (Hari) 24.

Selanjutnya, Kegiatan pengecoran Gang Bpk Manin Kampung Katimaha RT 003 RW 006 dengan panjang 200 meter, Lebar 1,2 meter dan Tinggi 0,10 centi meter, yang dianggarakan dari Dana Desa (DDS) Desa Karang Anyar Tahun 2019, pada Tahap II dengan pagu Anggaran Rp 60.977.500-, (Enam Puluh Juta Sembilan Ratus Tujuh Puluh Tujuh Ribu Lima Ratus Rupiah) dengan menelan total upah sebesar Rp 15.020.000-, (Lima Belas Juta Dua Puluh Ribu Rupiah) dengan rincian Jumlah tenaga kerja (Orang) 9 dan durasi (Hari) 15.

Dimana peda beberapa kegiatan tersebut, berbeda dari keterangan yang di dapat di lapangan, bahwa diduga tidak sesuainya hari dan tenaga kerja pada pelaporan tersebut. (Latif)

Komentar

Fokus Berita Nasional