08/17/2022
Post Visitors:27

KARAWANG – FBN | Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sedang pelototi anggaran penanggulangan Covid – 19 atau wabah Virus Corona pada Pemerintah Daerah (Pemda), khususnya daerah – daerah yang Kepala Daerahnya akan maju kembali pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak Tahun 2020 sekarang.

Kecurigaan KPK bukan tanpa dasar, itu semua memiliki dasar yang jelas. Karena ada beberapa daerah yang Kepala Daerahnya akan mengikuti kembali Pilkada dalam melakukan refocusing anggaran untuk penanggulangan wabah Virus Corona angkanya sangat fantastis, sementara tingkat penyebarannya terhitung rendah.

Pemerhati politik dan pemerintahan, Andri Kurniawan berpendapat. Bahwa segala kemungkinan bisa saja terjadi? Bukan hal yang tidak mungkin suatu tindak pidana korupsi terjadi di tengah – tengah bencana seperti sekarang ini.

Di katakannya. “Tapi tidak dengan Karawang, walau pun sama – sama akan Pilkada dan Bupatinya sudah dapat di pastikan maju kembali sebagai petahana. Jika di lihat dari total anggaran yang di refocusing, terhitung sangat wajar. Angka Rp 108 Miliar dengan tingkat urban penduduk Karawang dan jumlah kasus positif yang terinfeksi juga lumayan banyak, saya anggap sangat rasional.”Minggu (12/07/2020).

Andri juga menjelaskan. “Selain itu, yang saya perhatikan. Dalam penggunaan anggaran, baik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang mau pun Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid – 19 terlihat sangat hati – hati sekali. Terbukti selama pandemi ini baru beberapa persen saja anggaran yang terserap, bahkan sisanya masih lumayan sangat banyak.”,

“Sebab dalam setiap penggunaan anggaran, Pemkab Karawang bersama Gugus Tugas selalu melibatkan Aparat Pengawas Internal Pemerintah (APIP) seperti Inspektorat, atau Pengawas Internal pada institusi lain. Yaitu Kejaksaan Negeri (Kejari) Karawang.”, Ungkapnya.

“Selain Inspektorat, berdasarkan pantauan saya. Seksi Intelijen serta Seksi Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun) Kejari Karawang terlihat sangat sibuk melakukan pengawasan, pengawalan serta pendampingan terhadap realisasi anggaran Covid – 19 di Karawang.”, Terang Andri.

“Saya memiliki keyakinan, jika realisasi anggaran Covid untuk Karawang tidak akan ada masalah, apa lagi ada niat untuk suatu tindak pidana korupsi. Begitu pun dengan integritas Kejari Karawang, saya sangat yakin sekali Seksi Intelijen dan Seksi Datun memiliki integritas yang tinggi dalam melakukan upaya pencegahan tindak pidana korupsi.” Ujarnya.

“Oleh sebab itu, kalau Tahun lalu saya bersama Serikat Tani Karawang (Setakar) menggelar aksi apresiasi atas kinerja Tim Pengawal, Pengaman Pemerintahan dan Pembangunan Daerah (TP4D) Kejari Karawang pada Hari Bhakti Adhyaksa (HBA) ke 59, Tahun 2019.”, Ulas Andri.

“Tahun 2020 ini juga, pada 22 Juli mendatang untuk HBA ke 60 bersama Markas Cabang Laskar Merah Putih (Marcab LMP) Karawang akan menggelar aksi yang sama, tapi kali ini apresiasi atas kinerja pengawasan, pengawalan serta pendampingan realisasi anggaran Covid di kantor Kejari Karawang.”, Pungkasnya.

Reporter : (Topan)

%d blogger menyukai ini: