oleh

Diduga Adanya Mark-Up Anggaran Dana Desa Pada Sejumlah Kegiatan di Desa Lubang Buaya

FBN # KABUPATEN BEKASI – Diduga adanya Mark Up anggaran pada kegiatan Penyerapan Anggaran Dana Desa (DDS) Tahun 2019, Desa Lubangbuaya, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Berdasarkan penelusuran informasi dari data yang diterima oleh awak media, pada kegiatan Jaling Gg RW 14 Desa Lubangbuaya dengan Panjang 300 Meter yang dianggarakan pada Tahap II, dengan pagu Anggaran Rp 246.156.000 (Dua Ratus Empat Puluh Enam Juta Seratus Lima Puluh Enam Ribu Rupiah) yang menghabiskan untuk upah dengan total sebesar Rp 73.650.000 (Tujuh Puluh Tiga Juta Enam Ratus Lima Puluh Ribu Rupiah), dengan rincian Jumlah tenaga kerja (Orang) 12 dan durasi (Hari) 15.

Hal itu bertolak belakang berdasarkan informasi yang didapat, bahwa pekerjaan tersebut dikerjakan diduga tidak kurang dari 7 hari.

Bukan hanya itu, ketidak sesuaian juga ditemukan di pekerjaan Jaling Lubang Buaya RT 001 RW 002 dengan Panjang 100 Meter yang dianggarakan pada Tahap II dengan pagu Anggaran Rp. 101.268.500 (Seratus Satu Juta Dua Ratus Enam Puluh Delapan Ribu Lima Ratus Rupiah) dengan menghabiskan upah total sebesar Rp.30.400.000 (Tiga Puluh Juta Empat Ratus Ribu Rupiah), dengan rincian Jmlah tenaga kerja (Orang) 10 dan durasi (Hari) 12.

Kemudian, Turab RT 002 RW 004 dan 002/008 dengan panjang 200 Meter yang dianggarakan pada Tahap II, dengan pagu Anggaran Rp 63.819.600 (Enam Puluh Tiga Juta Delapan Ratus Sembilan Belas Ribu Enam Ratus Rupiah) dengan menelan upah total sebesar Rp.22.350.000 (Dua Puluh Dua Juta Tiga Ratus Lima Puluh Ribu Rupiah) dengan rincian Jumlah tenaga kerja (Orang) 12 dan durasi (Hari) 12.

Jika merujuk pada pekerjaan di atas, diduga adanya perbedaan penyelasaian kerja hingga upah tenaga kerja, yang diduga kuat terjadinya indikasi korupsi.

Seperti kegiatan Jaling RW 14 yang menelan upah Rp.73.650.000 (Tujuh Puluh Tiga Juta Enam Ratus Lima Puluh Ribu Rupiah) dengan jumlah tenaga kerja (Orang) 12 dan Durasi (Hari) 15. Maka rata-rata per satu tenaga kerja mendapatkan upah Rp 409.166 (Empat Ratus Sembilan Ribu Seratus Enam Puluh Enam Rupiah) untuk Per hari, jika memang pekerjaan diselesaikan selama durasi 15 hari.

Sedangkan di Pekerjaan Jaling Lubang Buaya RT 001 RW 002 yang menelan upah Rp 30.400.000 (Tiga Puluh Juta Empat Ratus Ribu Rupiah) dengan jumlah tenaga kerja (Orang) 12 dan Durasi (Hari) 12. Maka rata-rata per satu tenaga kerja mendapatkan upah Rp 253.333 (Dua Ratus Lima Puluh Tiga Ribu Tiga Ratus Tiga Puluh Tiga Rupiah) untuk per hari, jika memang diselesaikan selama durasi 12 hari.

Adanya perbedaan upah dari tenaga kerja, yang diduga kuat adanya syarat indikasi mark up anggaran.

Hal itupun mendapatkan tanggapan dari Ketua GRPPH-RI (Gerakan Rakyat Peduli Penegakan Hukum Republik Indonesia) Dewan Pimpinan Wilayah Jawa Barat, Brian Sakti. Ia mengatakan patut diduga bahwa Anggaran Dana Desa (DDS) Desa Lubang Buaya Tahun 2019 terjadi adanya indikasi Korupsi.

“Harusnya kan sisa anggaran tersebut bisa di SILPA kan dan dilakukan perubahan APBDEs kembali agar dimanfaatkan kembali. Jika tidak, perlu dipertanyakan kemana sisa anggaran tersebu”, ujar Brian.

Bahkan kata Brian, Lembanganya sudah melayangkan surat terkait hal tersebut, tetapi sampai saat ini Pemerintah Desa Lubang Buaya tidak memberi tanggapan. Padahal hal itu sangat penting, kemana sisa anggaran tersebut.

Sementara itu Kepala Desa Lubang Buaya, Maulana Yusup, Sekretaris Desa, Kaur Keuangan Hingga Kaur Perencanaan saat dikonfirmasi pada Selasa (25/5/2021) dikantor desa namun sedang tidak berada dikantor dan hanya ditemui yang mengaku Staf Perencanaan yang enggan memberikan penjelasan dan sampai berita ini diterbitkan belum menanggapinya. Reporter : (**Tif)

Komentar

Fokus Berita Nasional