10/07/2022
Post Visitors:63
Dalam dugaan Tindak Pidana Korupsi tersebut, oleh pihak Penyidik Polda Gorontalo terus melakukan pengembangan dan tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka baru, dalam dugaan Tindak Pidana Korupsi Dana Hibah Koni Kabupaten Gorontalo sebesar Rp. 1.500.000.000.00., (Satu Miliar Lima Ratus Juta Rupiah)

FBN – Diduga telah melakukan Korupsi Dana Hibah, mantan Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Gorontalo (Kabgor), Saudara Ibrahim Papeo Happy alias Helmi setelah melalui Press Conference Polda Gorontalo kemarin Rabu 10 Agustus 2022, resmi ditetapkan sebagai tersangka terkait dugaan tindak pidana korupsi dalam penyalagunaan kewenangan proses penggunaan, pemberian dana hibah oleh pemerintah Daerah Kabupaten Gorontalo pada tahun anggaran 2019 sebesar Rp. 1.500.000.000 (Satu Miliar, Lima Ratus Juta Rupiah).
Kamis, (11/8).

Pada Press Conference tersebut, Saudara Ibrahim Papeo alias Helmi ditetapkan sebagai tersangka oleh Penyidik Polda Gorontalo terkait dugaan tindak pidana korupsi dimana telah melakukan penganggaran Dana Hibah kepada KONI Kabupaten Gorotalo sebesar Rp 1.500.000.000.00 (Satu Miliar Lima Ratus Juta Rupiah) dan dana hibah tersebut digunakan pada tahun 2020 untuk kegiatan 5 Cabang olahraga dan penggunaan dana hibah tersebut tidak sesuai dengan Nota Perjanjian Hibah Daerah (NPHD), sehingga mengakibatkan Kerugian Negara sebesar Rp. 357.030.050. (Tiga Ratus Lima Puluh Tujuh Juta Tiga Puluh Ribu Lima Puluh Rupiah).

Karena telah melakukan perbuatan melawan hukum, oleh tersangka selaku Ketua KONI Kabupaten Gorontalo, telah memerintahkan kepada saudara Sofyan Henga selaku Bendahara Umum KONI Kabgor untuk membuat laporan pertanggungjawaban dan berdasarkan bukti-bukti pengeluaran yang tidak sesuai dengan Realisasi pengeluarannya.

Tidak hanya itu, saudara tersangka juga telah menggunakan dana hibah untuk kepentingan pribadi dengan berupa Pinjaman tersangka secara pribadi sebesar Rp. 100.000.000 (Seratus Juta Rupiah), Sementara untuk biaya Menebus Mobil Pribadi Tersangka itu sebesar Rp. 70.000.000 (Tujuh Puluh Juta Rupiah), serta Pembiayaan untuk ke Palu kepada anggota MSG dalam rangka pembukaan Cafe Milik Tersangka sebesar Rp. 20.000.000 (Dua Puluh Juta Rupiah), dan untuk Pembuatan Video Klip Tersangka sebesar RP 1.000.000 (Satu Juta Rupiah) sampai dengan Rp 5.000.000 (Lima Juta Rupiah), serta Penggunaan kegiatan MSG ke beberapa lokasi sebesar Rp. 250.000.000 (Dua Ratus Lima Puluh Juta Rupiah).


Bahkan Saudara Tersangka telah menerima Dana dari FN (Hasil Sewa Sound Sitem) tanpa Sepengetahuan dari Pengurus KONI Kabupaten Gorontalo, sehingga berdasarkan hal tersebut, Saudara tersangka Ibrahim Papeo Hippy alias Helmi dilakukan penahanan selama 20 hari kedepan di Rutan Polda Gorontalo.

Adapun Pasal yang dilanggar oleh Tersangka pada dugaan tindak pidana korupsi Dana Hibah KONI Kabupaten Gorontalo, Yakni pasal, 2 ayat 1 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 tahun 2021 Tentang atas perubahan Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi junto pasal 55 ayat 1 KUHPidana.

Dalam dugaan Tindak Pidana Korupsi tersebut, oleh pihak Penyidik Polda Gorontalo terus melakukan pengembangan dan tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka baru, dalam dugaan Tindak Pidana Korupsi Dana Hibah Koni Kabupaten Gorontalo sebesar Rp. 1.500.000.000.00., (Satu Miliar Lima Ratus Juta Rupiah) tersebut.

( Idrak )

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: