08/16/2022
Post Visitors:32

KARAWANG – FBN | warga Kertaraharja dihebohkan dengan penemuan mayat laki laki. Diduga korban mengalami penyakit ayan dan terpeleset ke irigasi. (13/07/20)

Peristiwa tersebut membuat masyarakat sekitar telah memenuhi lokasi kejadian. Menurut informasi yang didapatkan media FBN. korban yang meninggal diketahui sekitar pukul 08.00 pagi wib di irigasi oleh warga setempat. Korban bernama Aspani warga Desa Jatimulya kecamatan pedes.

“Pukul 8 pagi warga lapor ke Tantrib, ada mayat terapung di air. Setelah melapor ke Polsek pedes, Polisipun datang ke TKP. warga meminta untuk diangkat dan di ijinkan oleh pihak kepolisian.

Saat di angkat dari sungai ternyata seseorang itu masih saya kenal, kebetulan dia punya riwayat penyakit ayan dan keterbelakangan mental.

Mungkin saat kejadian dia sedang jalan disamping irigasi terus pusing dan terpeleset, terus ada informasi dari tetangganya juga jam 5 pagi itu masih ada dan masih duduk”. Kata Wandi selaku kepala Tantrib Desa kertaraharja kecamatan pedes saat FBN menyambanginya untuk meminta keterangan.

“Saya konfirmasi ke Kepala Desa Jatimulya, ada Rt Wacep datang kesini dari Desa Jatimulya, Kebetulan saya kenal. Pak Rt ini ada warga Pak Rt nih yang meninggal namanya Aspani. Usianya sekitar 60 atau 55, bukan warga Kertaraharja tapi warga Jatimulya, cuman TKP nya disini di Dusun langseb 3 Rt 01/03”. Masih jelas Wandi menambahkan keterangan kepada media FBN.

Kades Jatimulya, Sardani Adi Marsidi. Membenarkan bahwa korban meninggal yang di temukan di irigasi di wilayah desa kertaraharja adalah warganya. “Benar adalah masyarakat Jatimulya Dusun Kamurang 1 Rt 01/03. Korban punya penyakit Ayan dari dulu dan diduga terpeleset ke irigasi. Sebelum kejadian jam 5 pagi katanya masih ada di tanggul sebrang irigasi”. Kata kepala desa Jatimulya Sardani Adi Marsidi saat di temui FBN.

Dari keterangan pihak kepolisian, kapolsek pedes AKP Ade Firmansyah. SE. “Anggota polsek pedes langsung saya perintahkan untuk datang ke TKP lokasi tempat kejadian, dan dibantu warga mengakat zenajah dari dalam irigasi, keluarga korban enggan untuk di lakukan outopsi”. Ucap kapolsek pedes.

Reporter : (Ahmad)

%d blogger menyukai ini: