Diduga Menipu,!! Disdikpora Kabupaten Karawang Diminta Panggil Dua Oknum Guru PNS SDN Darawolong II Kecamatan Purwasari

59

FOKUS BERITA NASIONAL | KABUPATEN KARAWANG – Menindak lanjut berita terkait dugaan penipuan dan penggelapan
dengan modus iming-iming jatah pekerjaan proyek MCK, yang dilakukan oleh Yudi Hermawan oknum Kepsek SDN Drawolong II Kecamatan Purwasari, Kabupaten Karawang.

Terhitung per Januari 2019, Kepsek Yudi Hermawan tidak lagi menjabat sebagai Kepsek, Yudi Hermawan kembali bertugas sebagai guru didik, “Pasalnya Kepsek Yudi Hermawan jarang aktif masuk kantor”.

Dilain tempat, awak media online Fokus Berita Nasional.com, bersama korban menyambangi rumah oknum guru SDN Drawolong II, Yudi Hermawan, dirumah istri keduanya yang ber alamat di dusun Tegal Lega, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Karawang. Namun beberapa kali kami ke rumahnya, oknum guru tersebut tidak pernah ada, dan sulit untuk di temui.

Guru Yudi, mempunyai ciri khas selalu memakai Topi kesayangannya, mungkin itu topi bukan topi sembarangan, itu topi ajaib.

Menurut korban, kejadian ini sejak bulan juli 2017 silam. untuk melakukan aksinya, Yudi bersama dengan oknum Guru H. Udin, setelah menerima uang dari korbannya, “samapai saat ini kedua guru PNS ini susah untuk ditemui”.

Atas dasar temuan di lapangan, yang dilakukan oleh kedua oknum guru Pegawai Negri Sipil PNS ini, dapat merusak citra Guru di Kabupaten Karawang.

Penipuan dan penggelapan, merupakan tindak pidana, yang diatur dalam pasal 378 KUHP. Dalam pasal 55 KUHAP, dalam hal tindak pidana di lakukan dengan menyuruh orang lain dan/atau turut serta melakukan tidak pidana, maka orang tersebut mendapat hukuman yang sama dengan pelaku utama.

Barang siapa dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain secaramelawan hukum dengan tipu muslihat, ataupun dengan rangkaian kebohongan, diancam, karena penipuan. “Dengan hukuman penjara paling lama empat tahun.”

Dalam hala ini Menurut korban, kami meminta kepada Disdikpora Kab. Karawang, segera memanggil kedua oknum PNS. “Dengan dasar adanya pengaduan dari masyarakat“.

Dan selanjutnya kami akan menyimpan semua barang bukti, baik itu berupa berkas, gambar ataupun rekaman, sebagai bahan kami untuk mempertangung jawabkan dimata hukum, terangnya. (Rachmat)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini