09/25/2022
Post Visitors:46

FBN – KABUPATEN BEKASI || Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mendukung program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dengan memperluas cakupan Program Padat Karya Tunai (PKT/cash for work)

Perluasan cakupan PKT tersebut mencakup pekerjaan revitalisasi saluran drainase jalan nasional, seperti di Jl. Gatot Subroto, tepatnya di bundaran taman jalan nasional wilayah I Provinsi Jawa Barat Kp. Kali Uluh, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi,

Program tersebut diperuntukkan untuk mampu menyerap tenaga kerja sekitar, dengan adanya pandemi covid19 ini yang menurunkan pendapatan ekonomi di masyarakat.

Namun disayangkan, program tersebut tidak semulus yang di harapkan, disinyalir segelintir oknum diduga kembali menyiasati demi keuntungan pribadinya.

Itu diketahui Saat awak media menghampiri untuk wawancara terkait pekerjaan, Umin yang mengaku sebagai wakil mandor pekerja menerangkan bahwa pekerjaan baru berlangsung kurang lebih 3 hari, dirinya hanya bertugas bertanggung jawab di pekerjaan dan si pekerja, selain itu ia mengakui tidak memahami yang lainnya.

“Saya hanya bekerja di saat mandornya gak ada saya mewakilinya, untuk yang lainnya saya tidak paham apa lagi terkait aturan.”Jelasnya. Sabtu (29/08/2020).

Namun miris saat dipertanyakan ada kah warga sekitar yang di pekerjakan dengan adanya program PEN padat karya, Umin memaparkan bahwa pekerja itu sudah dari mandor semua untuk satu paket.

“Untuk warga sini tidak ada yang ikut bekerja”.Terangnya Wakil Mandor.

Ditempat yang sama Afan yang mengaku dirinya sebagai pengawas dari kementrian PU, saat di pertanyakan tehnis pekerjaan yang diduga dengan asal jadi, karena adanya tumpang tindih batu lama disaluran drainase, Afan tidak memberikan komentar.

Kebungkamannya di lakukan kembali saat dipertanyakan legalitas sebagai pengawas kementerian dan mempertanyakan jumlah volume pekerjaan, baik dari panjang maupun ketinggian drainase, seolah olah dirinya tidak memahami tentang giat pekerjaan yang ada.

“Saya sebagai pengawas, tapi saya kurang paham kalo untuk pekerjaan, itu semua kan sudah ada mandronya, saya tau pekerjaan abang sebagai wartawan namun harus di pahami biasanya saya Pake baju dari kementrian juga polisi hormat”.Ucapnya Afan.

Disaat sedang sesi wawancara berlangsung, Afan yang mengaku dirinya Pengawas Kementrian ini dengan lantangnya mengeluarkan kalimat yang di duga telah melecehkan profesi wartawan.

“Saya gak paham kalo di tanya pekerjaan, udah lah bang saya Gak Punya Duit.” Ujarnya kepada awak media.

Begitu mirisnya wartawan selaku sosial kontrol masyarakat di duga telah di lecehkan profesinya saat dalam menjalankan tugas, perlu diingatkan bahwa wartwan bekerja di bawah payung hukum Undang Undang no 40 Tahun 1999 tentang pers.

Disayangkan kalimat yang yang seharusnya tidak patut di lontarkan, itu tertuang dari buah bibirnya pengawas kementrian PU, yang disinyalir kuat telah menjatuhkan harkat martabat profesi jurnalis.

Reporter : (**Tif)

%d blogger menyukai ini: