Diduga Pendamping PKH Desa Kerta Jaya Tutup Mata, Dengan Pemotongan Wajib 10% Dari Nominal Yang Diterima

KAB. BEKASI, FBN | Program Keluarga Harapan (PKH) yang merupakan program pemerintah, Sebagai upaya penanggulangan kemiskinan bagi masyarakat, Program Kemensos ini begitu bermanfaat bagi kalangan Ekonomi kebawah, namun masih ada saja segelintir oknum yang memanfaatkannya.

Salah satunya ditemukan dengan Dugaan adanya pemotongan Administrasi terhadap Keluarga Penerima Manfaat (KPM). (An_red) salah satu Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Desa Kerta Jaya, Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi, mengeluhkan dengan adanya pemotongan wajib bagi KPM sebesar 10% dari total bantuan yang dia (An_red) terima.

An memaparkan keluhannya kepada Fokusberitanasional.com bahwa setiap pencairan ATM di kumpulkan oleh ketua kelompok lalu dengan otomatis akan di potong 10% oleh ketua kelompok. keluhnya, Kamis (10/10/19).

Keluhan tersebut sudah di sampaikan oleh An kepada pendamping Desa , namun hasilnya hanya menyarankan bahwa bersyukur atas apa yang telah diterima, atas ketidaknyamanan An terkait pemotongan tersebut , An pun di duga telah di intimidasi dengan ancaman bahwa akan tidak di urus kepesertaannya sebagai KPM apa bila tidak mau di potong 10%.

Jelas dengan pengakuan An bahwa pendamping PKH Desa Kerta Jaya sangat mengetahui dengan adanya pemotongan, namun Pendamping Desa tersebut seakan menutup mata. Di sinyalir kuat pendamping PKH Desa pun ikut serta di dalam pemotongan tersebut.

KPM di RT saya ajah kurang lebih 100 (seratus) orang, dengan menerima bantuan yang berpariasi, ada yang 1 juta, bahkan ada yang lebih ada yang kurang. Jika itu semua di potong 10% berapa itu totalnya. Ujarnya An.

An juga menambahkan bahwa pada bulan ini saya yang seharusnya dapat, tapi bulan ini saya tidak dapat bantuan PKH, entah apa yang terjadi namun saya tidak dapat informasi sama sekali baik dari ketua kelompok maupun pendamping Desa, dengan tidak dapat nya saya pada bantuan yang sekarang turun.

“Bahkan bukan hanya saya, namun ada beberapa orang juga yang pada bulan ini tidak dapat transferan dari bantuan PKH, ini semua menjalur dengan beberapa orang yang tidak mau di potong 10% termasuk saya. Ungkapnya.

Jelas ini semua telah melanggar aturan yang berlaku, karena pengambilan Uang yang melalui ATM atas penerima bantuan PKH itu tidak di perbolehkan di wakilkan oleh ketua kelompok apa lagi dengan adanya Dugaan pemotongan 10%, sangat jelas ini merugikan KPM PKH.

Saat Fokusberitanasional.Com Konfirmasi Melalui pesan WhatsApp kepada pendamping Desa , Namun Tak kunjung ada jawaban.

Reporter : Latif

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *