01/28/2023
Post Visitors:108

FBN – LAMPUNG UTARA || Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) adalah salah satu program yang dilaksanakan oleh Pemerintah Indonesia dengan dukungan Bank Dunia, program ini dilaksanakan di wilayah perdesaan dan pinggiran kota.

Program Pamsimas bertujuan untuk meningkatkan jumlah fasilitas pada warga masyarakat kurang terlayani termasuk masyarakat berpendapatan rendah di wilayah perdesaan dan peri-urban.Jumat,”18-09-2020.

Dengan Pamsimas, diharapkan mereka dapat mengakses pelayanan air minum dan sanitasi yang berkelanjutan serta meningkatkan penerapan perilaku hidup bersih dan sehat. Penerapan program ini dalam rangka mendukung pencapaian target MDGs (Sektor air minum dan sanitasi) melalui pengarusutamaan dan perluasan pendekatan pembangunan berbasis masyarakat.

Program Pamsimas I dilaksanakan pada tahun 2008 sampai tahun 2012 di 110 Kabupaten/Kota dari 15 Provinsi. Pamsimas I berhasil diterapkan pada 6.845 (enam ribu delapan ratus empat puluh lima) desa, terdiri dari 6.262 (enam ribu dua ratus enam puluh dua) desa reguler dan sekitar 593 (lima ratus sembilan puluh tiga) desa replikasi.

Program Pamsimas II dilaksanakan pada tahun 2013 sampai dengan 2016. Program Pamsimas II ditargetkan akan dilaksanakan di sekitar 5000 desa di 32 provinsi di 220 Kab/Kota.

Tetapi sungguh di sayangkan justru Program Pamsimas untuk Desa Banjar ketapang justru seakan tidak bersenergi dengan Kades setempat.
Pasalnya kades setempat tidak taumenau dan juga diduga belum memenuhi syarat.

Pada hari Rabu tgl 15 September 2020,saat dikomfirmasi
Amirsyah selaku Kepala Desa setempat mengatakan melalui Via telvon selulernya kepada awak media,bahwa ada program Pamsimas Di desanya.

Tidak ada koordinasi dan kurangnya azas bermanfaat karena sumur bor di Rt I Dusun II kurang lebih berjarak 15 rumah sudah ada sumur Bor.

“Pamsimas di desa saya ,tidak ada koordinasi ,karena sebelumnya saya pernah menolak karena azas manfaat nya tidak ada sumur Bor sudah penuh, mereka mendesak karena usulan sudah keluar,cuma kami tidak pernah mengusulkan, takutnya nanti tidak mudah ,kami emang dapat duit ,tapi nanti nya untuk pelaksanaan nanti tiada guna hanya mengambil proyek saja, karena satu Rt jarak 15 rumah sudah ada sumur Bor, siapa yang mengelola sedangkan itu ada pengurus perlu biaya,

Lanjut kades, sumur Bor saja orang mau sokongan beli Pulsa gak jalan, maka dari dulu kami menolak, tiba tiba sudah di buat , dan mereka mengatakan alasan kepala desa tidak mau menerima, untuk siapa sedangkan sumur Bor sudah Banyak.
Rt 1 dusun 1.

Menurut kades untuk yang mengerjakannya salah satu pak Ibram.
Mekanismenya yang mengurus dari desa,
Untuk 170 azas manfaat ,

Kades meneruskan percakapan nya “Pada tahun 2017 sudah ditawarkan tetapi Desa Banjar Ketapang menolak karena tidak ada azas manfaat.sumur bor sudah banyak dan juga tidak layak di desa banjar ketapang karena azas manfaat nya .dan juga desa banjar ketapang tidak pernah mengusulkan.tutup nya.

Dihari yang sama Awak media coba turun kelokasi untuk melihat pekerjaan,

Lain yang di temui di salah satu Desa yang mendapat kan pamsimas, saat di kompirmasi Ketua Kkm, mengatakan sebut aja (U) kalau untuk jasa pengeboran, dan toko tempat belanja alat bangunan itu sudah di tentukan oleh pihak (Disperum).

saat di kompirmasi di ruangan ibrahim, menjelaskan sistem Desa yang mendapatkan program Pamsimas,

“Harus ada swadaya masyarakat, dan potongan dana desa sebesar 10 persen, kegunaan uang swadaya masyarakat tersebut untuk membeli perpipaan guna untuk meyalurkan air kerumah warga,

Tambah nya lagi” Soal pembeli alat bangunan, Atau pengeboran, Bukan hak perkim ataupun konsultan, itu hak mutelak Kkm yang di bentuk desa mau belanja di mana, makai alat pengeboran siapa aja terserah.

Jikalau itu memang benar, apa yang di katakan oleh salah satu Kkm, yang menentukan nya dari pihak Perumahan, dan pemukiman, (Disperum). itu salah kemungkinan besar itu ada permainan pendamping, Dan konsultan.tutup brahim.(Tim)

You cannot copy content of this page

%d blogger menyukai ini: