08/19/2022
Post Visitors:80

FBN – Pengerjaan proyek pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) saluran air di Dusun Jatimulya RT 16/04 Solokan Kong Nori Desa Karyamulya Kecamatan Batujaya Kabupaten Karawang diduga tidak sesuai dengan spek dan asal pasang. Rabu (06/07/2022).

Dilihat dari papan informasi proyek dilokasi bahwa pekerjaan pembangunan tembok penahan tanah (TPT) / Drainase saluran air di Dusun Jatimulya RT 16/04 Solokan Kong Nori Desa Karyamulya dengan panjang 283 M’, tinggi 1 M’, dari Anggaran Pendapatan Dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2022 sebesar Rp.199.123.000, (Seratus Sembilan Puluh Sembilan Juta Seratus Dua Puluh Tiga Ribu Rupiah) tanggal pelaksanaan kontrak 60 hari dan pelaksana dari CV. Putra Mutiara.

Dari pantauan Awak media fokusberitanasional.net dilokasi pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) saluran air terlihat pemasangan kisdam/plastik penahan air seperti asal-asalan mengakibatkan pemasang batu belah dalam kondisi saluran tersebut banyak air dan tidak dikeringkan terlebih dahulu yang menyebabkan terendam air. waktu pemasangan pondasi pun pemasangan batu belah disebelah nya diduga tidak digali dulu pondasinya dan langsung dipasang diatas tanah tersebut.

“Salah seorang warga saat dimintai keterangan oleh awak media yang enggan disebutkan namanya mengatakan saya sangat berterima kasih kepada Pemerintah Daerah, Pemerintah provinsi maupun dari pemerintah pusat yang telah membantu membangun diwilayah Dusun Jatimulya RT 16/04 Desa Karyamulya, tetapi saya mohon kepada Pengawas sebagai tugas dan kewajiban untuk mengawasi pelaksana ataupun mandor dilokasi pembangunan penahan tanah (TPT) saluran air agar kualitas pembangunannya benar-benar kokoh dan kuat, dikhawatirkan kalau asal pasang takutnya pembangunan tersebut tidak tahan lama dan cepat ambruk. ucapnya.

Saat hal tersebut minta dikonfirmasikan kepada mandor ataupun sebagai pelaksana dilokasi sama sekali tidak ada dilokasi. sampai saat dikontak melalui telpon seluler WhatsApp pun sama sekali tidak diangkat dan tidak menjawab lagi. terkesan bungkam dan menghindar untuk dimintai komentarnya. sampai berita ini dipublikasikan agar pihak pengawas dan Dinas terkait diharapkan turun langsung dan kroscek kelokasi pembangunan tersebut. Pungkasnya.

(Maman)

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: