Diduga Sunat Dana PIP; Wali Murid Polisikan Kepsek SMA Negeri 1 Lahewa Timur di Mapolres Nias

60

FOKUS BERITA NASIONAL | NIAS UTARA – Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Lahewa Timur, Kecamatan Lahewa Timur, Kabupaten Nias Utara, Sumatera Utara. Resmi di laporkan di Mapolres Nias oleh orang tua siswa. Kamis (14/3/2019).

Laporan orang tua Siswa/i yang disampaikan di Mapolres Nias, Sumatera Utara, yakni dalam bentuk Dumas (Pengaduan Masyarakat).

Informasi yang dihimpun wartawan di halaman Polres Nias. yakni Perihal penggelapan Dana PIP (Program Indonesia Pintar) TP. 2018. Yang di lakukan oleh Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Latim An. Adilman Zai. sebagai Terlapor.

Hasil wawancara awak media Fokus Berita Masional.com. kepada orang tua siswa An. Aperlinus zalukhu. Jumat (15/3/2019) menjelaskan, pada bulan Mei 2018, pihak sekolah SMA Negeri 1 Lahewa Timur mengirimkan surat kepada kami sebagai orang tua siswa, dengan tujuannya supaya kami orang tua siswa menanda tangani surat tersebut,
untuk melakukan penarikan Dana PIP tahun 2018, di BNI Gunungsotoli, melalui kepala sekolah.

Ternyata sampai saat ini, sudah hampir satu tahun tidak ada informasi kepada anak kami, apa dana PIP itu sudah di tarik oleh Kepsek Negeri 1 Latim atau belum, karena dana PIPI itu bukan hak Kepsek Latim melainkan hak anak kami.” Kesalnya”.

Oleh karena itu hal ini kami merasa di rugikan, atas tindakan seorang oknum kepala sekolah yang tidak pantas melakukan perbuatan tersebut terhadap anak didiknya. Maka kami memberikan informasi kepada Pers dan LSM untuk menelusuri kebenarannya, apakah Dana tersebut sudah di lakukan penarikan dari BNI Gunungsitoli atau belum, kami sebagai orang tua siswa ada keterbatasan untuk hal itu. ” Ungkapnya.

“Beberapa media yang selama ini memberitakan, bahwa dana PIP tahun 2018 telah di lakukan penarikan pada bulan Mei 2018 untuk tahap pertama, dan tahap kedua pada bulan Desember 2018. “oleh Kepsek Negeri 1 Latim sesuai
hasil konfirmasi dari pihak BNI Gunungsitoli”.

Lanjutnya, kami sebagai orang tua sebenarnya tidak mempertanyakan hal ini bila kepala sekolah jujur, tapi kami menilai kepala sekolah sengaja melakukan perbuatan yang melawan hukum. Terbukti buku Rekening atas nama siswa tidak pernah di berikan sebagai mana mestinya.

Dan kami juga bertanya tanya kepada sekolah lain yang sederajat SMA/SMK di lingkungan Nias Utara, bahwa yang mereka sampaikan kalau dana PIP sudah terealisasi pada bulan Mei 2018. dan yang belum terkafer datanya maka tahap kedua di cairkan pada bulan Desember 2018.”jelas orang tua.

Aperlinus zalukhu sebagai orang tua siswa korban, telah saya laporkan secara resmi dan membuat pengaduan di Mapolres Nias, tentang masalah dana PIP TP. 2018, yang saya duga kuat Kepsek Negeri 1 Latim gelapkan dana PIP tersebut.

” dan saya berharap kepada bapak Kapolres Nias supaya laporan yang saya sampaikan dapat di proses secara hukum dalam waktu dekat ” harapnya. (N. Zega)