Diduga Telah Jual Tanah Kas Desa (TKD), Warga Meminta Oknum Kades Dan Sekdes Untuk Di Proses Hukum

74

Kab.Bekasi – FBN | Sungguh sangat miris seorang oknum Kades dan oknum Sekretaris Desa di Kabupaten Bekasi berani menantang hukum, pasalnya tanah kas desa (TKD) yang biasa di kenal tanah bengkok desa yang seharusnya dipergunakan atau dimanfaatkan untuk kesejahteraan perangkat nya akan tetapi diduga dijual kesalah satu perusahaan pengembang ternama Metland (Mtd).

Oknum Kades yang juga Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Sekdes nya berani diduga telah menjual lahan TKD, dengan menerbitkan akte jual beli (Ajb) atas nama ibu limih, dengan nomor leter C sudah dikantongi media fokusberitanasional.com luasnya 2060 M2 kepada H.Ibrahim yang merupakan manajer perusahaan pengembang besar itu.

Kepada fokusberitanasional.com ,saat dikonfirmasi ditemui diruang kerjanya Elan Sekdes Sukajaya mengatakan benar tanah tersebut sudah saya jual ke PT metland karena itu yang saya tau tanah orang tua saya, dari orang tua saya membeli menurunkan satu lambung padi saat itu yang ditukar dengan tanah itu, bukti kepemilikan tanah itu saya berdasarkan surat sppt, saya siap membuktikan bila memang itu harus menempuh jalur hukum, tegasnya.

Luas tanah Kas Desa (TKD) Sukajaya yang di buat AJB lalu di jual adalah 2060 m2, dari kades M Sapin (alm), lalu diganti kades Dalih (alm) yang di off menjabat hanya 1tahun diganti H.Surip (alm) yang merupakan PJ desa Sukajaya dari kecamatan waktu itu,
Begitu H.Surip PJ desa Sukajaya habis , lalu diganti sama kades Murdani (alm) nama tanah tersebut masih nama najun, jaman almarhum kades Murdani di suruh membuat AJB tapi ngga mau, lalu berganti lah ke kades Amang bisa berganti kenama ibu limih sampai terjadilah transaksi penjualan kepada pihak perusahaan pengembang (Mtd),

Menurut sumber yang bisa dipercaya H.Ibrahim dia mau beli tanah tersebut asal dibalik nama kenama yang lain yaitu ibu limih istri Najun, ternyata dibalik namalah ke istri bapak Najun yang namanya ibu Limih.
Jadi sekarang AJB itu sudah atas nama limih makanya pihak PT Metland mau beli,
siapa yang mau mengeluarkan leter C sehingga terjadi jual beli kepada PT. Metland Cibitung yaitu kades Amang, yang merupakan kades 2 periode menjabat sampai sekarang,

Dari hasil investigasi fokusberitanasional.com dilokasi beberapa sumber mengatakan bahwa riwayat tanah tersebut adalah tanah TKD Desa bukan tanah atas nama limih, yang merupakan istri najun bertempat tinggal di kp rawa lele teleng, najun dan limih itu merupakan orang tua elan yang menjabat Sekdes Sukajaya sampai sekarang.

Tanah TKD tersebut awalnya hanya digarap oleh Najun sebagai penggarap tanah TKD waktu dijabat Kades Sapin (alm) waktu itu.

Lain halnya Menurut narasumber kepala desa H.Amang padahal sudah diingatkan untuk berhati-hati untuk tanah itu (tanah TKD yang telah diganti nama menjadi nama limih),

Malah warga kp rawa lele talang dan kp berahol ada 4 orang mengatakan siap menjadi saksi membuktikan kalau tanah seluas 2060 m2 tersebut bukan tanah milik pribadi yang di atas namakan limih dulunya hanya digarap najun, diganti lah saat mau dijual itu adalah tanah TKD desa sukajaya.

Meminta Kepada penegak hukum agar segera bertindak kepada oknum Kades dan Sekdes nakal tersebut untuk diproses hukum, biar ada efek jera jangan terjadi lagi ada aset negara terjual lagi.

Reporter :. (**dre)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini