11/30/2022
Post Visitors:78

FBN – Kampar || Warga Desa sekijang Kecamatan Tapung Hilir Kabupaten Kampar hari ini digegerkan dengan ditemukannya habitat sungai seperti ikan, udang yang mabuk bahkan mati bergelimpangan disepanjang aliran sungai yang diduga kuat akibat diracun oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Hal ini disampaikan oleh Kepala Desa Sekijang H. Ahmad Taridi kepada awak media saat meninjau langsung kondisi aliran sungai Tapung Kanan, Selasa (20/10/2020).

Kades Sekijang mengatakan keprihatinannya terkait adanya musibah yang terjadi disepanjang aliran sungai yang mana sama-sama kita liat terjadi kematian massal terhadap ikan-ikan yang ada disungai Tapung termasuk ikan yang dipelihara oleh petani ikan melalui kolam keramba, ungkap H.Ahmad Taridi.

Kades Taridi mengutuk keras kepada siapa saja yang sudah melakukan pencemaran dan peracunan terhadap air disungai Tapung Kanan ini yang mengakibatkan kerugian besar terhadap nelayan yang menggantungkan hidupnya mencari ikan disungai karena semua jenis ikan dan udang, baik yang besar maupun yang kecil mati akibat dugaan diracun oleh oknum yang tidak bertanggung jawab atau mungkin dugaan adanya kebocoran limbah industri, jelasnya lagi. Lanjut kata Taridi, disepanjang aliran sungai Tapung Kanan ini ada 3 kelompok tani perikanan yang memiliki usaha ternak ikan Nila, Patin dan Baung melalui keramba, dimana akibat kejadian ini petani keramba Desa Sekijang mengalami kerugian besar akibat banyaknya ikan yang mati atau mabuk yang dengan terpaksa harus dipanen belum pada waktunya.

“Kami berharap kepada pihak-pihak terkait dalam hal ini Pemda Kampar, aparat Kepolisian dan pihak-pihak perusahaan untuk dapat memberikan perhatian dan melakukan penyelidikan terkait banyaknya ikan-ikan yang mati disepanjang aliran sungai Tapung kanan ini agar masyarakat kami kedepannya mendapatkan kenyamanan dalam meneruskan usaha dan kehidupannya terutama para nelayan dan peternak ikan di Desa Sekijang, ” Harap Kades Taridi kepada awak media.

Hal senada juga di ungkapkan Camat Tapung hilir dan Kapolsek Tapung Hilir, agar tidak menimbulkan Keresahan serta kerugian para Nelayan dan peternak ikan di kemudian hari.
(Rilis/Red)

%d blogger menyukai ini: