Dihari Merdeka RI Ke 74 “Pegadaian Memberikan Bantuan Dana CSR dan Bina Lingkungan Senilai Rp 1,7 Miliar Di Kabupaten Buru”

54

Ket : Bapak Wahyu Wibowo Kementrian BUMN saat memberikan keterangan dihadapan insan pers

KAB. BURU, FOKUS BERITA NASIONAL | PT Pegadaian (Persero) memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia ke -74. Kegiatan memperingati hari ulang tahun ke 74 ini sangat istimewa di lapangan alun-alun kota, tepatnya di Namlea, Kabupaten Buru, yang berada di
Provinsi Maluku.

Di Hari Merdeka ini Pegadaian memberikan bantuan dana CSR dan Bina
Lingkungan senilai Rp1,7 miliar di Kabupaten Buru, yang merupakan daerah 3T, (tertinggal, terdepan
dan terluar) yang menjadi target rangkaian kegiatan BUMN Hadir Untuk Negeri di 34 Provinsi di Tanah air.

Direktur Utama Pegadaian Kuswiyoto, mengatakan pengembangan wilayah terdepan Indonesia
seperti Namlea perlu mendapat perhatian khusus karena merupakan garda depan sebuah negara.

Ket : Para petinggi pejabat BUMN foto Bersama Anggota Paskibraka PPI Kabupaten Buru

Untuk itu, Pegadaian sebagai agen pembangunan merasa penting untuk terus melakukan pembangunan Indonesia, khusus di daerah tertinggal, terdepan dan terluar (3T).

“Upacara 17 Agustus 2019 kali ini sangat istimewa, karena Pegadaian dapat menyelenggarakan di tempat
bersejarah, yaitu Pulau Buru. Namlea yang merupakan ibu kota Pulau Buru pada saat penjajahan oleh Belanda.

Dan kini Indonesia sudah merdeka, Pegadaian sebagai perusahaan negara harus ikut membangun dan menjadi agen perubahan di daerah 3T ini,” kata Kuswiyoto.

Kuswiyoto yang bertindak selaku Inspektur upacara, mengutip pidato kenegaraan Presiden Joko Widodo dihadapan anggota
Dewan Perwakilan Daerah, “bahwa Indonesia bukan hanya Jakarta, bukan hanya Jawa.” Oleh sebab
itu Pegadaian hadir di berbagai kota, dan saat ini sudah mencapai 4317 kantor cabang dan jaringan di seluruh Indonesia.

Pulau Buru merupakan salah satu gugusan pulau di Kepulauan Maluku. Pulau ini memiliki luas 8.473,2 km persegi dengan panjang garis pantai 427,2 km. Dalam catatan sejarah, Pulau Buru.

Dulunya merupakan kampung konsentrasi dari Pemerintah Kolonial Hindia Belanda dan tempat pembuangan tahanan politik di era Orde Baru.

Dia menjelaskan meski Kabupaten Buru berada di daerah 3T, tetapi kaya akan sumber daya alam
seperti cengkih, emas, dan mutiara.

Bahkan Namlea terkenal akan dataran rendah yang dikelilingi
pegunungan dan perbukitan, serta pantai yang indah.

“Banyaknya kekayaan alam yang ada di
Provinsi Maluku merupakan sebuah cerminan bahwa Bangsa Indonesia sangatlah kaya.

Maka itu, kita sebagai anak bangsa harus menjaga betul-betul dan sebaik-baiknya kekayaan alam kita Menjaga kekayaan alam merupakan salah satu bentuk cinta terhadap Tanah Air yang berlandaskan
pancasila,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Pegadaian memberikan dana bantuan senilai Rp1.775.000.000 yang merupakan program CSR berupa 2.000 paket sembako, 10 paket renovasi rumah, sarana air bersih di
dua titik, elektrifikasi 50 Rumah Tangga Sasaran (RTS), 50 titik Mandi Cuci Kakus (MCK), 25 beasiswa, dan Taman Bacaan bagi masyarakat.

Pegadaian dan BUMN lainnya ikut membangun sumber daya manusia dengan program Siswa
Mengenal Nusantara (SMN) yang merupakan kegiatan pertukaran pelajar untuk meningkatkan wawasan kebangsaan dan cinta Tanah Air kepada para siswa SMA/SMK.

Tahun ini, SMN yang
dilaksanakan oleh PT Pegadaian (persero) sebagai PIC dengan PT Pelni (persero) sebagai Co PIC, mengirim 20 pelajar asal Maluku untuk ke Jakarta.

Reporter : Sofyan M.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini