11/27/2022
Post Visitors:51

FBN – Serang, Banten || Soal masih belum tampak perubahan yang segnifikan pembangunan infrastruktur di Kecamatan Binuang dan Carenang, Fahrur Rozi selaku aktivis Serang Timur Katakan Tatu Perlu berhias diri. Senin, (19/10/2020).

Disampaikannya melalui via What’App, “Pandangan Politik saya jelang Pilkada Kabupaten Serang Desember mendatang, Tatu saya kira perlu berhias diri, kata cantik itu adalah pujian yang pantas bagi wanita, berhias atau tidak berhias seorang laki laki tidak pantas dipuji cantik, artinya masyarakat di Kabupaten Serang ini tidak semua perempuan, jika kata cantik menjadi slogan saya kira kurang cocok,” ungkap nya.

Lebih lanjut Rozi mengatakan, “Saya perlu kaitkan kata berhias dengan keadaan infrasturktur di Kecamatan Binuang dan Carenang, masih sangat banyak ruas jalan Kabupaten di Kec. Binuang dan Carenang dalam kondisi rusak, maka dari itu saya katakan Tatu perlu berhias diri, saya pantau ketika beliau (Tatu) saat mengunjungi Binuang-Carenang, yang dilintasinya ruas jalanan yang bagus bagus, nah! yang saya heran kenapa terjadi pergeseran pembangunan infrastruktur di jalan Warung Bandrek – Warakas, kenapa ditempat lain tidak, padahal Binuang Carenang adalah Basis masa Ketua DPRD H. Bahrul Ulum lho, awalnya itu sudah masuk daftar lelang yang mestinya direalisasikan pada 2020 ini, tiba-tiba hilang dan digeser kabarnya,” tuturnya.

Menanggapi adanya pergeseran jadwal pembangunan peningkatan ruas Jalan Warung Bandrek – Warakas, Ketua DPRD Kabupaten Serang menerangkan.” Itu pergeseran karena Covid-19, dan jika tidak ada pergeseran maka sanksi dari Kemenkeu atas SKB 3 Mentri akan mencoret DAU dan DAK dan dipastikan pembangunannya akan dialokasikan 2021, refokusing 1 memang tidak melakukan pergeseran, tapi pada saat refokusing 2 dan 3 Kemenkeu mengancam akan menstop DAK dan DAU bagi daerah yg tidak melakukan refokusing anggaran dari belanja modal dan belanja fisik, jadi jangan main tuduh juga Warung Bandrek Mekarsari dihilangkan dengan sengaja,” terangnya.

Lebih lanjut Bahrul Ulum menyampaikan “Karena anggarannya direfokusing ke Covid dan itu nyata, silahkan saja bukan SKB 3 Menteri sebagai landasan refokusing anggaran ke dua dan ke tiga, yang menggerus anggaran jalan Warung Bandrek Mekarsari,” terang Bahrul Ulum kepada Fahrur Rozi melalui via WhatsApp 17/10/2020.

Dengan santai Fahrur Rozi kembali mengatakan,”Dilematis, seharusnya Binuang Carenang sebagai basis masa Pak Haji Bahrul Ulum mestinya dapat diprioritaskan, dan mengapa ditempat lain masih tidak ter refokusing? lihat di Tanara dengan anggaran sekitar 24 Milyar sudah mulai dilaksanakan, ada apa ini, kenapa di Kec. Binuang selalu di kebelakangkan?” ungkapnya heran (Cecep).

( Syarifuddin )

%d blogger menyukai ini: