Dinkes Melawi Dalam Waktu Dekat Akan Periksa Seluruh Usaha Air Minum Isi Ulang dan Kemasan

930

Kab.Melawi – FBN | Untuk dapat mengetahui kualitas air yang dijual bebas oleh para pemilik depot pengisian air minum isi ulang di Kabupaten Melawi. Rencananya, dalam waktu dekat ini Dinas Kesehatan Melawi bersama para instansi terkait lainnya mengecek air baku yang digunakan oleh para pemilik depot air minum isi ulang tersebut. “Nantinya, seluruh usaha air minum isi ulang di Melawi ini akan kita ambil sampelnya dan dicek menindak lanjuti surat edaran dari badan pengawasan obat dan makanan(BPOM),” ujar Kepala Dinas Kesehatan Melawi, Dr.H.Ahmad Jawahir, saat ditemui wartawan Fokus Berita Nasional.Net diruang kerjanya,Rabu ( 22/01/20 ).

Hal tsb, dilakukan untuk mengantisipasi bakteri ekoli, yang terdapat didalam air minum isi ulang tersebut. Soalnya, bakteri Ekoli itu tidak dapat dikonsumsi oleh manusia karena akan berdampak buruk bagi kesehatan. Nantinya, seluruh usaha penjual air minum isi ulang yang mengatas namakan mengambil air dari sumber pegunungan itu, akan dilakukan pengambilan sampel. Hanya saja untuk melakukan fungsi pengawasan itu, pihak dinkes akan terlebih dahulu berkoordinasi dengan pihak dan instansi terkait. ” Nantinya, seluruh pemilik usaha air minum isi ulang di Melawi ini akan kita ambil sampelnya dan dicek apakah ada yang mengandung bakteri ekoli atau tidak. Karena, bakteri itu, tidak dapat dikonsumsi oleh manusia karena dapat berbahaya,” ujarnya.

Lebih lanjut, dr.h.Ahmad menjelaskan jika pengujian air yang digunakan oleh pemilik depot air minum isi ulang memang program bulanan Dinkes juga menghimbau, agar setiap depot air minum isi ulang memperhatikan kebersihan tempat pengolahan air minum isi ulang dan dilarang memperjualbelikan air itu secara bebas jika belum dilakukan pengujian secara klinis,tak hanya bagi pemilik depot air minum isi ulang saja yang dilakukan pengambilan sampelnya. “Seluruhnya, yang berkaitan dengan penjualan air minuman dalam kemasan dan depot isi ulang juga akan kita ambil sampelnya. Jika terbukti ada terindikasi terdapat bakteri yang kita maksud maka akan kita rekomendasikan untuk tidak memperjual belikan lagi airnya kepada warga masyarakat karena akan menimbulkan penyakit,”.Tegasnya

( Didik Purnomo,S.H)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini