oleh

Direktur RSUD Demang Sepulau Raya Berkilah, Tidak Ada Penolakan Terhadap Pasien

dr Taupiq Direktur Rumah Sakit Demang Sepulau Raya dengan tegas mengatakan, tidak ada penolakan terhadap pasien yang datang berobat di rumah sakit yang di Pimpinnya.

FOKUS BERITA LAMPUNG TENGAH – Terkait pemberitaan di media kalau Rumah Sakit Demang Sepulau Raya, Lampung Tengah menolak Pasien, dr Taupiq selaku direktur Rumah Sakit Demang Sepulau Raya dengan tegas mengatakan bahwa tidak ada penolakan terhadap pasien yang datang berobat di rumah sakit yang di Pimpinnya.

Menurut Taupiq hal itu merupakan hanya Interpretasi, setelah pihaknya konfirmasi ke bawah, baik itu di Rawat lnaf, maupun di UGD, tidak ada penolakan terhadap pasien yang datang berobat ke RSUD. seperti yang diberitakan

“Tugas kami, di rumah sakit adalah melayani masyatakat yang sakit, dalam proses penyembuhan, jadi bukan melayani masyarakat miskin,” ujar Taupiq, Rabu (24/11/2021).

Sambung Taupiq, tentunya adalah hak pada stakholder atau pihak yang lain, jadi yang kami tolak itu bukan pasiennya, tetapi administrasinya.dikarenakan tidak memenuhi syarat atau aturan yang berlaku. Tetapi terkait pelayanan, dan perawatan terhadap pasien telah dilakukan pihaknya.

“Bahkan terkait hal itu, sudah saya tegaskan saat hearing bersama anggota DPRD kemarin, bahwa pihak RSUD tidak pernah menolak pasien yang datang berobat, kalau kami menolak pasien, hal itu bertentangan dengan sumpah kami sebagai tenaga kesehatan”, terang Taupiq.

Dia juga menjelaskan, terkait salah satu pasien warga Kampung Lempuyang Bandar, Kecamatan Terusan Nunyai, pasien tersebut sudah dirawat di IGD, namun saat akan kita lakukan perawatan lebih lanjut, pihak keluarga memaksa untuk membawa pulang pasien, dengan alasan tidak dapat memenuhi administrasi.

“terkait pelayanan terhadap pasien kurang mampu untuk memorandum of understanding (MOU) belum jelas, karena terkait hal itu tidak bisa shortime mengambil kebijakannya, perlu adanya regulasi dan aturan yang harus di sepakati,” jelas nya.

Dia juga menegaskan kalau masyarakat berpedoman dengan program di Pemerintahan sebelumnya, jemput sakit pulang sehat untuk itu apakah masih ada anggarannya.

“Kita bertanya, apakah anggaran terkait hal itu masih ada, sementara saat ini di penghujung tahun, tentunya pihak Pemkab saat ini sedang merumuskan Program yang baru, dimana pada beberapa bulan anggaran kita habis-habisan untuk mengurusi terkait pandemi Covid-19,” pungkasnya.

Diketahui pada berita yang beredar di salah satu media yang mengatakan bahwa, pihak RSUD Demang Sepulau Raya, Lamteng menolak pasien karena tidak memiliki kartu BPJS Kesehatan, dan hanya membawa Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) hingga menyebabkan pasien meninggal dunia. (Syamsul)

Komentar

Fokus Berita Nasional