08/14/2022
Post Visitors:30

BATU BARA – FBN | Ribuan massa yang terdiri dari berbagai Organisasi Massa Islam,Pemuda dan santri yang tergabung dengan Aliansi Masyarakat Tolak Komunis (ALMAK) menggelar aksi unjuk rasa di simpang Kuala Tanjung,Kecamatan Sei Suka Kabupaten Batu Bara,Sumatera Utara,Minggu(05/07/2020),dalam unjuk rasa tersebut Massa menuntut untuk mencabut dan membatalkan RUU Haluan Idiologi Pancasila (HIP) dan mengusut siapa inisiator yang ingin merubah dasar Negara Pancasila.

Berbagai elemen yang tergabung dalam aksi tersebut yang terdiri dari berbagai Ormas dan Majelis Taklim,yang diantaranya FPI,GPII,PD.Muhammadiyah,IPA,DPD KNPI Batu Bara,serta Ulama yang datang berduyun -duyun untuk ikut dalam aksi tersebut,dalam orasinya Al Ustadz Alasary mengatakan,idiologi Pancasila di jadikan dasar Negara Republik Indonesia hasil dari tetesan darah para syuhada Ulama se Indonesia,maka siapapun yang mau merongrong Pancasila melalui RUU ini maka wajib kita bawa ke meja Persidangan,tegasnya.

Dalam Unjuk Rasa tersebut DPD KNPI Batu Bara Pimpinan Bung Oky Ikbal Frima yang disampaikan oleh bung Rustam Efendi,SAg.menyatakan sikap yaitu,Penolakan terhadap para inisiator dalam menumbuh kembangkan segala aspek aspek gagasan apa yang ada dibalik RUU HIP yang di rancang sedemikian rupa dengan menghilangkan TAP MPRS No. XXV/MPRS/1966 tahun 1966 tentang pembubaran Partai Komunis Indonesia dan larangan setiap kegiatan untuk menyebarkan atau mengembangkan faham atau ajaran Komunisme/Marxisme-Leninisme, dalam konsiderans ‘Mengingat’-nya, bahwa Bangsa Indonesia tidak bisa melupakan tragedi berdarah Gerakan 30 September PKI dan peristiwa-peristiwa berdarah sebelumnya.
Kemudian meminta kepada Aparat Negara agar segera memproses secara Hukum para Inisiator RUU HIP yang tidak sesuai dengan UU no 27 tahun 1999 tentang PERUBAHAN KITAB UNDANG-UNDANG HUKUM PIDANA YANG BERKAITAN DENGAN KEJAHATAN TERHADAP KEAMANAN NEGARA dengan ancaman Pidana 12 s/d 20 tahun penjara sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Serta Meminta kepada Pemerintah dan Para Legislasi untuk “Menghentikan” dan bukan menunda apalagi mengkaji ulang dengan menambahkan beberapa persyaratan karena secara keseluruhan, “Tafsir Pancasila” dalam RUU HIP ini bertentangan dengan tafsir resmi Pancasila yang termaktub dalam UUD 1945, baik dalam pembukaan maupun dalam batang tubuhnya. Dalam RUU HIP Pancasila direduksi menjadi petunjuk teknis pragmatis pembangunan negara, yang itu mengkebiri Pancasila sebagai dasar filosofi negara.Dalam point yang disampaikan DPD KNPI Batu Bara tersebut mengajak Ormas,OKP dan OKI untuk turut serta mengawal proses pembatalan RUU HIP ini,cetus bung Rustam Efendi,yang di dampingi beberapa pengurus DPD KNPI Batu Bara.(Amr)

%d blogger menyukai ini: