Dua Pelajar Menjadi Korban Perampok Bercadar

51

OKU, SUMATERA SELATAN | Dua gadis pelajar SLTA, Metri (16 th) dan temannya, Mala (16) warga Talang Aman Kelurahan Batukuning, Kecamatan Baturaja Barat Oku Sumsel, dirampok dua pemuda bercadar.

Aksi yang dilancarkan perampok bercadar tidak menimbulkan korban jiwa, dan kerugian hanya Rp. 2.000.000., setelah itu perampok sempat menakut nakuti akan lapor ke kepala desa setempat.

Pristiwa ini di sampaikan orang tua korban Santo (40 th) kepada Fokus Berita Nasional.com, Sabtu dan Minggu ( 8,9 Juni 2019) dikatakannya, awal peristiwa bahwa kedua pelajar ini berniat hendak menagih hutang kepada temannya di luar kota di Desa Singapura Kecamatan Semidang Aji Kab Oku Sumselm

Kedua gadis pelajar pergi mengendarai sepeda motor honda beat, ditengah perjalanan tidak diduga kehabisan bahan bakar dan menghentikan perjalanan, dalam keadaan bingung lalu menghubungi teman laki laki nya via handpone yang bernama Nando.

Nando mengajak satu teman laki laki keduanya warga Singapura untuk menolong dibawakan BBM, setelah itu meneruskan perjalanan, dan tiba tiba pemuda ini nama Nando menawarkan terlebih dahulu main ke rumahnya, namun sebelumnya nyampai di rumah dua gadis ini dibohongi karena dihentikan di pondok kebun bukan di rumah, namun sang gadis Metri bertanya ” rumah mu dimana? Nando menjawab di seberang desa Singapura.

Lalu metri bertanya lagi masih jauh karena rumah mu? Nando menjawab tidak jauh lagi di sana rame banyak rumah, lalu tak lama kemudian Nando memainkan hanphonnya, 15 menit kemudian dengan terkejutnya datang dua orang pemuda dengan ciri kulit hitam dan kulit putih memakai cadar mengacungkan sebilah pisau keleher Nando, dan rampok itu berkata serahkan motor dan handpone (hp) nya, karena merasa takut korban nama Metri menyembunyikan hp di dalam bajunya, dalam keadaan tegang ketakutan Nando berkata sambil marah menyuruh korban Metri menyerahkan hp nya, lalu dua rampok ini merampas hp di dalam baju korban (metri), kerugian ditafsir berkisar Rp. 2.500.000.

Selanjutnya dua rampok berhasil ambil hp dan pergi sambil berkata tunggu disini kami akan lapor ke kepala desa, beberapa menit kemudian korban menyadari bahwa ini adalah kejahatan perampokan. Tutur Santo (40 th) didampingi Rasit RT setempat.

Kesaksian lain selain warga setempat inisial Loby melihat ada satu orang yang membawa motor Vario putih tak jauh dari tempat kejadian perkara ( TKP), Selanjutnya Santo mengatakan, korban manyampaikan kepada keluarganya di Singapura hingga berkumpul keluarga mengajak nenek nya ini sial A terjadi rembukan namun Nando dipanggil tidak mau datang setelah dipaksa baru mau datang. Dan selanjutnya melapor ke Kades singapura.

Namun orang tua korban kecewa, sampai sekarang tidak ada tindak lanjut oleh Kades Singapura, yang waktu itu bertanggung jawab berkata, ” saya yang ngurusin karena itu keponakan saya semua, kamu pulang saja dulu” tutur Santo menirukan kata kata Kades kepada Fokus Berita Nasional.com (9/6/2019).

Peristiwa itu terjadi sebelum bulan puasa (tgl, 7 Maret 2019) sekitar pukul 14.00 wib, Lebih lanjut Santo mengatakan walau terlambat tetap akan melaporkan hal ini kepada pihak berwajib, tutupnya. ( Edy FK/tim)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini